Muhammad Nazarudin Latief
20 Agustus 2018•Update: 20 Agustus 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Laporan terbaru Nielsen Quest for Convenience Report menunjukkan bahwa konsumen-konsumen di dunia lebih mengutamakan produk yang membuat hidup mereka lebih mudah dan produk yang nyaman digunakan.
Executive Director, Nielsen Indonesia Budy Gounawan mengatakan ada peningkatan permintaan untuk solusi nyaman yang dapat membantu menyederhanakan hidup mereka. Permintaan ini memengaruhi kebiasaan konsumsi dan belanja mereka.
“Lebih dari seperempat konsumen global mengatakan mereka mencari produk yang membuat hidup mereka lebih mudah yaitu sebanyak 27 persen dan nyaman digunakan sebanyak 26 persen,” ujar Budy dalam siaran persnya, Senin.
Bentuk kenyamanannya seperti para konsumen mencari alternatif makanan bernutrisi dengan menggunakan layanan pesan antara. Di Indonesia, konsumen dengan model seperti ini mencapai 33 persen, mereka memilih ini karena kepadatan lalu lintas dan waktu yang terbatas.
“Pertumbuhan layanan pengantaran restoran atau makanan mencapai 6 persen, angka ini lebih tinggi jika dibandingkan rata-rata negara di Asia Pasifik yang hanya bertumbuh 3 persen,” ujar dia.
Mereka juga memilih sarapan dengan mengonsumsi camilan yang memuaskan rasa lapar yang mengandung nutrisi kebutuhan harian mereka di pagi hari.
Mereka juga memilih belanja di toko ritel yang dengan lokasi yang nyaman (53 persen) dan 48 persen memilih toko dengan tata ruang yang memudahkan berbelanja. Mereka juga memilih toko ritel yang memudahkan pergerakan saat masuk dan keluar dengan antrian pembayaran tercepat dan terpendek.
“Jadi toko yang lebih kecil memiliki keunggulan kedekatan jarak sesuai dengan kebutuhan pembeli lokal sangat sesuai,” ujar dia.
Para konsumen di Indonesia juga suka berbelanja produk pakaian (63 persen) dan merencanakan kegiatan pikniknya secara online (63 persen). Konsumen di Indonesai juga membandingkan harga saat berbelanja dengan menggunakan perangkat telepon genggamnya.
Telepon seluler dan platform digital juga membentuk pengalaman konsumen, dan mengubah keterlibatan dari merek dan produk ke konsumen.
Karena itu, menurut Budy, semua platform offline perlu mempertimbangkan kembali relevansi dan peran mereka yang lebih luas, termasuk opsi penggunaan perangkat digital dalam toko.
“Ini untuk memastikan bahwa layanan tambahan dengan perkembangan teknologi benar-benar memenuhi kebutuhan konsumen,” ujar dia.
Menurut Budy, produsen dan peritel fast moving customer goods (FMCG) perlu menawarkan solusi bagi meningkatnya kebutuhan akan kenyamanan ini.
Para pemain FMCG perlu beradaptasi dengan keadaan dan mencari peluang untuk memberikan kenyamanan melalui kemudahan, utilitas dan kesederhanaan; untuk dapat memberikan kenyamanan berbelanja yang membuat konsumen memiliki kebebasan dan lebih banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhan mereka.