Muhammad Nazarudin Latief
25 April 2019•Update: 26 April 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Perdana Menteri Mahathir Mohamad menegaskan bahwa Malaysia adalah partner China dan ingin lebih banyak investasi datang, seperti dilansir Bernama.
Berbicara dalam dialog dengan para pemimpin perusahaan China yang digelar oleh Kementerian Perdagangan dan Industri Internasional (MITI), dia mengatakan Malaysia berharap lebih banyak kerja sama dan investasi dari China.
Dia berharap komunitas bisnis China melihat peluang di Malaysia dan berinvestasi di negara itu.
“Kami memiliki pemerintahan yang sangat ramah bisnis, teman bagi investor, yang membantu para investor. Malaysia adalah teman China dan berharap lebih banyak kerja sama bisnis, ”kata Mahathir.
China adalah mitra dagang terbesar Malaysia selama 10 tahun terakhir, dengan total perdagangan antara kedua negara sebesar RM313 miliar.
Sedangkan Malaysia merupakan mitra dagang Beijing terbesar di antara negara-negara anggota ASEAN.
Menurut Mahathir Malaysia menyambut investor dari seluruh dunia sejak mendapatkan kemerdekaan pada 1957. Ini karena investor melihat negara itu sangat stabil secara politik dibandingkan dengan negara-negara tetangga.
Investor asing, kata dia , telah menuai banyak manfaat dengan berinvestasi di Malaysia.
Mahathir tiba di Beijing Rabu malam untuk kunjungan kerja lima hari di negara. Dia akan menghadiri 2nd Belt and Road Forum for International Cooperation atas undangan dari Presiden Xi Jinping.
Dalam dialog hadir juga Menteri Urusan Ekonomi Datuk Seri Azmin Ali, Menteri Perdagangan dan Industri Internasional Datuk Darell Leiking, Menteri Luar Negeri Datuk Saifuddin Abdullah, Menteri Pertanian Datuk Salahuddin Ayub, Menteri Perhubungan Anthony Loke Siew Fook, dan Kedah Menteri Besar Datuk Seri Mukhriz Mahathir.
Menurut Mahathir, meskipun Malaysia mengalami perubahan pemerintahan pada Mei tahun lalu melalui pemilu, sebagian besar kebijakan bisnis dan investasi masih tetap sama.
Ini, kata dia, memberikan stabilitas pada komunitas bisnis dan investasi.
Pemerintah juga sudah menurunkan pajak penghasilan untuk menarik lebih banyak investasi. Mahathir mencatat bahwa tarif pajak penghasilan maksimum sudah cukup kompetitif, yaitu sebesar 26 persen dibandingkan beberapa waktu lalu yang mencapai 45 persen.
Namun demikian, katanya, pemerintah akan kembali mempertimbangkan penurunan pajak jika akan membawa manfaat investasi.