Iqbal Musyaffa
25 Oktober 2017•Update: 25 Oktober 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta dua institusi terpenting dalam pengumpulan pendapatan negara untuk melakukan sinergi dan reformasi pelayanan guna meraih hasil pendapatan negara yang lebih baik. Kedua institusi yakni Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Sinergi yang diminta oleh Menkeu mencakup empat hal yaitu dalam peraturan perundang-undangan, bisnis model, pengembangan sumber daya manusia, serta infrastruktur ID system data base.
“Kita melihat kesempatan yang luar biasa bila kedua ditjen ini bekerja sama secara sinergis,” ungkap Sri, Rabu.
Menurut Sri, kedua institusi tersebut selama ini masih sibuk dengan tugasnya masing-masing tanpa pernah melakukan kerja sama. Kondisi itu membuat dunia usaha dan masyarakat kerap merasa ketidakpastian di bidang pajak dan bea cukai.
“Ketidakpastian ini menjadi beban materi, pikiran, serta hati nurani bila terjadi penyuapan di dua institusi tersebut,” lanjut dia.
Sementara itu, beberapa langkah sinergi yang sudah dilakukan dan bisa dirasakan oleh dunia usaha adalah tidak perlu lagi ada dua identitas berbeda yang harus dimiliki, terkait dua institusi tersebut.
“Sekarang identitas NPWP [Nomor Pokok Wajib Pajak] sudah sama dengan NIK [Nomor Induk Kepabeanan],” ujar Sri.
Dengan adanya kesamaan identitas ini, Sri menambahkan, pelaku usaha tidak perlu lagi membuat laporan keuangan yang berbeda karena laporan keuangan untuk perpajakan sudah secara otomatis menjadi laporan keuangan kepabeanan.
“Sinergi ini memang tidak menyelesaikan seluruh masalah, tetapi membantu mengurai sebagian besar masalah,” lanjut Sri.
Selanjutnya, Sri mendorong konsistensi dari kedua institusi untuk terus bersinergi sehingga bisa membuat dunia usaha dan masyarakat tidak perlu lagi melakukan negosiasi di luar jam kantor, yang dapat berpotensi terjadinya tindakan suap menyuap.
“Ditjen pajak dan bea cukai harus bisa membuat layanan resmi menjadi lebih mudah dan pasti, daripada lewat jalur tidak resmi,” tegas dia.
Salah satu bentuk sinergisasi lainnya adalah Sri meminta agar ada kesepahaman antar dua institusi tersebut melalui penempatan petugas pajak di bea cukai, begitupun sebaliknya, agar kedua institusi ini bisa semakin baik menjalankan tugas dan amanat konstitusi untuk memungut pendapatan negara yang lebih optimal.
Sri mengatakan, ada 75 persen pendapatan negara berasal dari pajak yang dipungut oleh kedua ditjen tersebut.
“Pajak dan bea cukai sangat penting untuk membangun kepercayaan publik dalam membayar kewajibannya kepada negara tanpa intimidasi dan berlandaskan pada loyalitas dan kecintaan kepada negara,” tukas Sri.