Iqbal Musyaffa
20 Oktober 2017•Update: 20 Oktober 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta adanya persamaan paradigma antar institusi pemerintahan. Hal ini diajukannya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang dinilainya sedang berada pada jalur yang benar.
Sinkronisasi paradigma, menurut Sri Mulyani, penting untuk menciptakan stabilitas dan kepercayaan masyarakat serta investor untuk menanamkan modal di Indonesia.
Sri mengatakan, sinkronisasi tersebut antara lain dengan membuat Bank Indonesia terus konsisten bertugas menciptakan kebijakan moneter yang kondusif, kementerian keuangan mengendalikan kebijakan fiskal yang tepat sasaran, serta institusi keamanan seperti TNI dan Polri menjaga stabilitas keamanan dan poltik negara.
“Pertimbangan investor berinvestasi yang utama adalah kepastian hukum. Ini yang harus dijaga bersama,” ujar dia di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Jum’at.
Ia berharap agar setiap institusi bekerja seperti yang dimandatkan Presiden serta memperkuat pengaruh kepemimpinan para pemimpin lembaganya.
“Kalau tidak maka akan banyak tumbuh ekonomi underground yang tidak bisa kita kumpulkan pendapatannya,” tegas Sri.
Ekonomi underground yang dimaksud adalah potensi pendapatan negara yang justru masuk ke kantong-kantong pribadi melalui jalur pembayaran yang tidak resmi seperti pungutan liar.
“Ini akan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat,” tambah dia.
Melalui sinkronisasi tersebut, Sri mengatakan akan tetap bisa menjaga kepercayaan investor bahwa Indonesia adalah tempat yang aman untuk berinvestasi.
Terlebih lagi Indonesia, menurut Sri, masih sangat membutuhkan banyak aliran dana investasi untuk membangun tiga sektor utama yaitu infrastruktur, sumber daya manusia, serta penguatan kelembagaan.
Hal itu pun bisa diperkuat dengan pemberian tanggapan positif lembaga pemeringkatan investasi terkait indikator makro dan kondisi perekonomian serta stabilitas keamanan di Indonesia. Penilaian semacam ini akan dapat meyakinkan investor untuk masuk.
Kepala Kepolisian Indonesia Tito Karnavian pada kesempatan yang sama mengatakan keberhasilan polisi adalah bila berhasil menjaga stabilitas politik dan keamanan untuk membantu pertumbuhan ekonomi.
Kemudian, Tito menambahkan akan lebih lengkap apabila polisi tidak salah bergerak dalam membantu menjaga pertumbuhan ekonomi serta memahami persoalan seperti sembako, pangan, dan investasi.
“Kalau polisi hanya membuat daerahnya kacau dan membuat investor pada kabur akan kita copot,” tegas dia.