Iqbal Musyaffa
31 Januari 2020•Update: 31 Januari 2020
JAKARTA
Investor Australia Andrew Forrest telah menyampaikan minatnya untuk berinvestasi pada sektor hydropower di Indonesia.
Investor ini beminat membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di seluruh wilayah Kalimantan sebesar 10 ribu megawatt.
Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan kombinasi energi hijau antara Indonesia dan Australia akan membuat dua negara menjadi super power energi hijau.
Menurut dia, pada saat World Economic Forum di Davos beberapa waktu lalu, pertemuannya dengan Forrest membuat ide untuk mengembangkan energi hijau ini mengemuka.
“Presiden setuju [investasi PLTA] di Kalimantan,” jelas Menko Luhut di Jakarta, Kamis malam.
Menko Luhut menambahkan potensi energi hijau di Indonesia sangat besar terutama di Kalimantan yang mencapai 15 ribu megawatt dan di Papua sekitar 25 ribu megawatt.
“Dia [Forrest] minta 10 ribu megawatt di Kalimantan nanti join dengan siapa [pihak lain]. Awalnya mereka mau masuk Papua juga, tapi saya bilang jangan dulu,” ujar Menko Luhut.
Selain pembangkit listrik, Menko Luhut mengatakan investor Australia tersebut juga berminat membangun smelter pengolahan besi.