BRUSSELS
Para menteri luar negeri Uni Eropa (UE) pada Senin mencapai kesepakatan politik untuk mengirimkan bantuan militer senilai EUR500 juta (USD508 juta) lebih lanjut untuk Ukraina.
Berbicara pada konferensi pers setelah pertemuan mereka, Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Josep Borrell mengatakan bahwa para menlu anggota Uni Eropa "dengan suara bulat menyetujui perlunya untuk terus berdiri teguh bersama Ukraina."
Borrell mengatakan setelah proposalnya, para menteri mencapai kesepakatan politik untuk memberikan bantuan militer EUR500 juta tambahan untuk Ukraina, sehingga total kontribusi blok itu menjadi EUR2,5 miliar.
Dia menegaskan bahwa para menlu juga membahas proposal terbaru Komisi Eropa untuk melarang impor emas Rusia dan memperluas perpanjangan sanksi.
Borrell mengatakan bahwa duta besar Uni Eropa akan merundingkan langkah-langkah tersebut minggu ini.
Pejabat Uni Eropa itu juga mengatakan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba memberi tahu rekan-rekannya di Uni Eropa tentang situasi “dramatis” di lapangan saat dia bergabung dalam pertemuan tersebut melalui konferensi video.
Uni Eropa “takut dengan agresi Rusia terhadap warga sipil Ukraina,” kata Borrell, dan ada “laporan yang mengganggu tentang penggunaan kekerasan seksual sebagai senjata perang.”
Para menteri juga menilai masalah regional, termasuk hubungan blok itu dengan Amerika Latin dan Israel.
“Situasi di lapangan di wilayah Palestina terus memburuk,” kata Borrell, sambil menegaskan bahwa pertemuan Dewan Asosiasi Uni Eropa-Israel yang akan datang selama musim gugur akan menjadi “kesempatan yang baik” untuk memikirkan kembali proses perdamaian di Timur Tengah.
Dia memperingatkan bahwa negara-negara UE harus terlebih dahulu menetapkan posisi bersama tentang masalah ini.
Uni Eropa telah menjatuhkan enam set sanksi terhadap Rusia sejak meluncurkan perang terhadap Ukraina pada 24 Februari.
Paket-paket tersebut antara lain menargetkan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov, melarang impor minyak dan batu bara, dan ekspor barang-barang mewah, serta mengecualikan bank-bank Rusia dan Belarusia dari menggunakan sistem pengiriman uang internasional SWIFT.