İqbal Musyaffa
20 Maret 2018•Update: 20 Maret 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menegaskan akan membenahi manajemen PT Waskita Karya (Persero) Tbk menyusul kembali terjadinya kecelakaan kerja yang melibatkan BUMN karya tersebut.
Pada Minggu lalu, besi jatuh dari lantai 10 di proyek Rumah Susun (rusun) Pasar Rumput dan menyebabkan satu korban meninggal.
Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementerian BUMN Ahmad Bambang melalui keterangan resmi, Selasa, menyayangkan kejadian pada proyek yang dikerjakan oleh Waskita Karya tersebut.
Ahmad kemudian dengan tegas mengingatkan agar BUMN menjalankan rekomendasi Komite Keselamatan Konstruksi yang telah disampaikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) beberapa waktu lalu.
“Sebagai upaya pembenahan dalam hal keselamatan kerja konstruksi, Kementerian BUMN berencana untuk menambah satu posisi jabatan direksi Waskita Karya,” ungkap Bambang.
Pejabat tersebut nantinya akan bertanggung jawab penuh terhadap Quality, Health, Safety & Environment (QHSE).
"Garis besar tugasnya adalah menjamin kualitas dan keamanan sesuai standar serta aturan-aturan yang sudah ditetapkan," kata Bambang.
Rencananya, penambahan direksi Waskita Karya tersebut akan disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada April nanti.
Sementara itu, manajemen Waskita Karya sudah menyampaikan permintaan maaf dan duka yang mendalam kepada keluarga korban atas kejadian jatuhnya besi hollow ukuran 4x4 cm tersebut.
Sebagai bentuk tanggung jawab, perseroan turut membantu proses pemakaman korban.
Sambil menunggu evaluasi dan investigasi, Waskita Karya menghentikan sementara seluruh kegiatan pembangunan proyek Rusun Pasar Rumput.
“Kami memutuskan untuk melakukan pemberhentian sementara agar segera bisa melakukan evaluasi dan pembenahan,” kata Kepala Divisi I Waskita Karya IGN Joko Herwanto.
Sebelumnya, insiden yang menelan korban nyawa sudah terjadi di beberapa proyek infrastruktur yang dikelola Waskita Karya. Di antaranya, 1 korban tewas di Proyek Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi, 1 korban meninggal dunia dalam insiden longsornya terowongan di Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta, dan 1 tewas dalam Proyek Tol Pasuruan-Probolinggo.
Waskita Karya juga merupakan kontraktor proyek Tol Becakayu yang di akhir bulan Februari lalu mengalami kecelakaan konstruksi merosotnya bekisting pierhead yang mengakibatkan beberapa pekerja luka-luka. Akibat insiden ini, pemerintah memberlakukan moratorium proyek jalan layang selama seminggu.