İqbal Musyaffa
13 Februari 2018•Update: 14 Februari 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Pemerintah sedang mengkaji pemangkasan jumlah proyek strategis nasional yang saat ini sebanyak 245 proyek.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, proyek yang akan dipangkas tersebut antara lain proyek yang secara fisik belum akan berjalan hingga 2019.
“Kita akan lihat betul proyek mana yang tidak jalan,” ungkap Menteri Darmin di Jakarta, Selasa.
Meski begitu, Menteri Darmin masih enggan mengungkap proyek mana saja yang akan dikeluarkan dari daftar proyek strategis nasional.
“Proyek yang kemungkinan dikurangi adalah yang dikerjakan pemerintah tanpa melibatkan swasta,” imbuh dia.
Dia juga merasa ironis karena ada beberapa proyek pada sektor listrik dan infrastruktur lainnya yang belum jalan, namun sudah melakukan tanda tangan kontrak kerja sama dengan swasta.
“Tapi kalau sudah melibatkan swasta tidak akan kita drop,” pungkas dia.
Hingga akhir Desember 2017, baru 26 dari 245 proyek strategis nasional yang sudah rampung beroperasi. Sebanyak 20 proyek selesai pada 2016 dan hanya enam proyek yang selesai pada 2017.
Keenam proyek tersebut antara lain jalan akses Tanjung Priok, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Nanga Badau, PLBN Aruk, PLBN Wini, jalan tol Soreang-Pasirkoja, dan jalan tol Surabaya-Mojokerto dengan total nilai proyek Rp13,1 triliun.