Iqbal Musyaffa
27 November 2020•Update: 27 November 2020
JAKARTA
Pemerintah melalui Peraturan Presiden No 109/2020 memangkas proyek strategis nasional (PSN) menjadi 201 proyek, mencakup pengembangan 10 PSN untuk mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pertama kadil diluncurkan pada 2016, pemerintah mencanangkan 225 proyek dan satu program.
Kemudian pada 2017 menjadi 245 proyek dan dua program.
Pada 2018 kembali direvisi menjadi 223 proyek dan tiga program.
“Sejak 2016 hingga 20 November 2020, sebanyak 100 proyek senilai Rp588,9 triliun telah diselesaikan,” jelas Menko Airlangga dalam keterangan resmi, Jumat.
Menurut dia pada awal 2020 Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) melakukan evaluasi atas usulan PSN dengan mempertimbangkan semua aspek dan menggunakan berbagai kriteria, baik kriteria dasar, strategis, maupun operasional.
Kriteria dasar penilaian antara lain kesesuaian dengan RPJMN, rencana strategis, rencana tata ruang, atau diatur dalam peraturan khusus, ujar Menko Airlangga.
Selain itu, ada juga kriteria strategis seperti peran strategis dalam pembangunan nasional, keselarasan antar sektor, dan pertimbangan distribusi proyek secara regional.
Pertimbangan lain adalah kriteria operasional antara lain memiliki studi kelayakan yang berkualitas, memiliki nilai investasi di atas Rp500 miliar.
Penyelesaian konstruksi paling lambat di kuartal ketiga 2024 (kecuali proyek di sektor minyak dan gas yang dapat memulai konstruksi paling lambat di kuartal ketiga 2024), serta mendukung pusat kegiatan ekonomi.
“Berdasarkan kriteria tersebut, sebanyak 201 proyek dan 10 program yang mencakup 23 sektor, dengan total nilai investasi sebesar Rp4.809,7 triliun, telah ditetapkan sebagai daftar PSN terbaru,” jelas dia.
Menko Airlangga mengatakan proyek dan program PSN tersebut memperoleh pembiayaan yang bersumber dari APBN atau APBD, BUMN, ataupun swasta.
Dia mengatakan program-program strategis nasional tersebut antara lain pembangunan infrastruktur ketanagalistrikan, program pemerataan ekonomi, program pengembangan kawasan perbatasan, program pengembangan jalan akses exit toll, serta program pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Program lainnya meliputi pembangunan instalasi pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL), pembangunan smelter, program peningkatan penyediaan pangan nasional, pengembangan superhub, dan program percepatan pengembangan wilayah.
Menko Airlangga menambahkan pembangunan PSN diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dengan estimasi penciptaan lapangan kerja langsung dari pekerjaan konstruksi sebanyak 878.000 pada 2021 dan 938 ribu di 2022.
“Pada 2021, kita akan melanjutkan percepatan PSN dengan target penyelesaian 38 Proyek dengan total nilai investasi sebesar Rp464,6 triliun,” kata dia.