İqbal Musyaffa
18 April 2018•Update: 18 April 2018
İqbal Musyaffa
JAKARTA
Pemerintah menargetkan perbaikan jembatan Cincin Lama yang menghubungkan Kabupaten Tuban dan Kabupaten Lamongan selesai dalam waktu kurang dari dua bulan.
Selasa kemarin sekitar pukul 11.05 WIB Jembatan Cincin Lama ambruk. Akibatnya satu orang meninggal dunia, dan satu dump truk, dua truk tronton serta satu sepeda motor tercebur ke sungai.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arie Setiadi Moerwanto mengatakan pihaknya telah mengirimkan tim dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah VIII Ditjen Bina Marga untuk menganalisis penyebab runtuhnya jembatan.
Dari data dan laporan awal, menurut dia, ambruknya jembatan kemungkinan besar disebabkan truk yang melintas bermuatan berlebih (overloading).
“Kami turut berduka cita atas adanya korban jiwa pada kejadian tersebut. Ini adalah pengalaman pahit bagi kita karena beban berlebih memberikan dampak negatif,” ungkap dia dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa sore.
Menurut Arie, beban truk yang melintas diperkirakan mencapai 120 ton, sementara jalan dan jembatan nasional didesain untuk kendaraan dengan beban bermuatan 45 ton.
“Bila pada jalan dampaknya adalah mempercepat kerusakan jalan, namun pada jembatan, akibatnya sangat membahayakan,” kata Arie.
Arie menambahkan, tim ahli independen bersama tim dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Balitbang PUPR juga akan diterjunkan ke lokasi untuk mengevaluasi kondisi rangka jembatan dan pilar jembatan.
Dia berharap pilar jembatan tidak mengalami kerusakan, sehingga penanganannya cukup dengan mengganti rangka baja jembatan.
“Kami memiliki stok rangka baja jembatan untuk dikirim dan dipasang dalam waktu kurang dari 2 bulan. Intinya sudah bisa dilalui pada mudik Lebaran Juni 2018 nanti,” jelasnya.
Arie menegaskan seluruh jembatan yang menjadi tanggung jawab pengelolaan Kementerian PUPR, telah dilakukan pengecekan dan pemeliharaan rutin dan berkala.
Truk dengan muatan berlebih lanjut dia, mengakibatkan getaran lebih kuat sehingga baut-baut jembatan harus lebih sering dikencangkan, terlebih pada jembatan jenis lama seperti Jembatan Cincin Lama yang dibangun tahun 1975.
Jembatan Cincin Lama merupakan jembatan jenis rangka baja Callendar Hamilton dengan panjang total sekitar 260 meter terdiri dari 4 bentang sepanjang 55 meter dan 1 bentang sepanjang 40 meter yang berada diatas sungai Bengawan Solo.
Pada tahun 2000, Kementerian PUPR membangun Jembatan Cincin Baru yang berada tepat di samping Jembatan Cincin Lama. Seiring penanganan dan perbaikan Jembatan Cincin Lama, pihak Kepolisian Daerah Jawa Timur mengalihkan arus lalu lintas melalui Jembatan Cincin Baru.
Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, Arie menyatakan akan meningkatkan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Kepolisian Daerah terkait dalam pengendalian truk dengan muatan berlebih.
“Salah satunya dengan mengefektifkan jembatan timbang sebagai langkah pencegahan muatan berlebih pada truk pengangkut barang. Pengendalian akan lebih efektif bila dilakukan pada lokasi bongkar-muat truk seperti pada kawasan industri atau pabrik,” tukas Arie.