Muhammad Nazarudin Latief
09 Januari 2018•Update: 10 Januari 2018
Muhammad Nazaruddin Latief
JAKARTA
Pemerintah pada Selasa mulai menggelontorkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk menstabilkan harga beras kualitas medium yang sudah melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).
Direktur utama Bulog, Djarot Kusumayakti, mengatakan pihaknya akan mengeluarkan berapapun stok beras untuk memenuhi kebutuhan stabilisasi harga.
"Operasi pasar [OP] ini agar konsumen mendapatkan harga beras yang terjangkau dan terjaga daya belinya,” ujar Djarot.
Peluncuran OP pertama ini dilakukan di Gudang Bulog Divre DKI Jakarta-Banten di Kelapa Gading.
Selain titik itu, beras juga akan disebarkan melalui 198 titik di 26 Divisi Regional seluruh Indonesia.
OP akan berlangsung hingga 31 Maret 2018.
Hingga kini, Bulog sudah menggelontorkan 30 ribu ton beras untuk menstabilkan harga di pasaran. Jumlah ini, sebut Djarot, akan terus bertambah sesuai kebutuhan pasar.
Pemerintah sebelumnya sudah menetapkan HET beras kualitas medium sebesar Rp9.450 untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.
Namun saat ini harga beras berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, sudah mencapai Rp11.131 per kilogram pada Senin.
Sedangkan data dari Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), dalam satu pekan terakhir harga beras jenis IR-64 II berkisar dari Rp11.100-Rp11.675 per kilogram. Sedangkan untuk jenis IR-64 III berkisar dari Rp7.800-Rp8.800 per kilogram.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan masih ada lonjakan kenaikan harga beras secara kontinyu hingga awal panen raya pada bulan Maret.
Selain itu, kata Menteri Enggar, memasuki awal 2018 ini di beberapa wilayah Indonesia masih mengalami curah hujan tinggi sehingga mengganggu jalur transportasi dan akses ke pasar-pasar eceran.
Karena itu, lanjut Menteri Enggar, ada sebagian wilayah yang mengalami gangguan pasokan untuk memenuhi kebutuhan beras.
Meski saat ini harga rata-rata beras medium secara nasional di atas ketentuan HET, stok beras di gudang-gudang Bulog masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Karena itulah, kementerian menggelar OP.
Tim Pengawasan OP beras akan mengawasi seluruh pasar-pasar di kabupaten/kota bersama Satgas Pangan dan Dinas Perdagangan setempat.
"Pelepasan OP beras merupakan langkah tepat, menstabilkan harga,” ujar Menteri Enggar.