Pizaro Gozali İdrus
10 Januari 2018•Update: 11 Januari 2018
Pizaro Gozali İdrus
JAKARTA
Lembaga kemanusiaan Indonesia akan mengirimkan bantuan 10.000 ton beras kepada warga Gaza, Palestina.
Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyuddin mengatakan kapal akan berangkat pada 21 Februari dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya dan diperkirakan sampai Palestina pada Maret mendatang.
Saat ini sebagian besar dari target 10.000 ton beras tersebut sudah terkumpul. Pihak ACT yakin seminggu sebelum keberangkatan stok beras yang sudah ada mencapai 10.000 ton.
"Beras kita pilih karena itu simbol pangan sekaligus untuk menggairahkan petani bahwa Indonesia adalah lumbung pangan dunia,” jelas Ahyudin, Rabu, di Jakarta.
Ahyudin menambahkan bantuan 10.000 ton beras ini murni diambil dari para petani di Indonesia.
“Jelang pergantian tahun 2018 kemarin, di Desa Panolan, Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora sudah memulai panen pertama untuk rakyat Palestina,” jelas Ahyudin.
Ahyudin mengaku tak khawatir kapal pelayaran akan dihambat oleh Israel karena aksi ini murni bantuan kemanusiaan.
Selain itu, pihak ACT juga menggandeng mitra pelayaran yang memiliki jaringan internasional.
“Dunia pasti akan bersuara jika Israel menahan bantuan Indonesia,” jelas Ahyudin.
Sejauh ini, lanjut Ahyudin, masyarakat Eropa dan Asia Tenggara telah menyatakannya untuk mendukung proyek ini.
Ahyudin mengucapkan terimakasih atas dukungan pemerintah Indonesia yang turut mengatur perizinan pemberangkatan menuju Palestina.
“Aksi ini adalah respon nyata atas dukungan pemerintah Indonesia kepada Palestina,” kata Ahyudin.
ACT menerangkan nantinya bantuan beras ini akan diberikan kepada 200.000 keluarga Gaza yang membutuhkan.
Sebelumnya, pada tahun 2017, ACT mengirimkan 1.000 ton beras kepada warga kelaparan di Somalia dan 2.000 ton beras bagi pengungsi Rohingya di Bangladesh.