Muhammad Nazarudin Latief
28 Maret 2018•Update: 28 Maret 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Pemerintah meminta pengusaha mengirimkan stok komoditas ke berbagai daerah sesuai dengan potensi kebutuhan menjelang ibadah puasa dan Lebaran 2018.
Dengan demikian, kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, tidak perlu ada kekhawatiran kekurangan barang menjelang puasa dan Lebaran.
“Kita jauh hari meminta, mereka menyiapkan produksi dan distribusi ke daerah. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia [Aprindo] juga menyiapkan distribution centre di daerah-daerah,” ujar Menteri Enggar saat menjelaskan hasil rapat koordinasi stabilitasi harga pangan di Jakarta, Selasa.
Menurut Menteri Enggar, mulai 1 April semua komoditas yang yang harganya telah diatur harus dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), seperti minyak goreng, daging, gula dan beras.
Khusus untuk komoditas beras, pemerintah mewajibkan seluruh pedagang di pasar tradisional untuk menyediakan beras kualitas medium dengan HET.
Menurut Menteri Enggar, tidak ada masalah dengan stok beras. Sisa beras impor dari India sebanyak 20 ribu ton, Vietnam dan Thailand 139 ribu ton akan segera datang pada 31 Maret mendatang. Sementara sebanyak 80 ribu ton lagi akan datang pada Juni.
“Harga beras sudah kami sesuaikan agar pedagang tetap mendapatkan keuntungan,” ujar dia.
Pedagang, menurut dia, juga diberi instruksi untuk mencantumkan label harga pada tiap beras yang dijual.
Upaya pengendalian harga yang lain, kata Menteri Enggar, adalah dukungan Satuan Tugas (satgas) pangan dan petugas Dinas Perdagangan di daerah. Selain itu ada 200 petugas Kementerian Perdagangan yang mengawasi pasar hingga menjelang Lebaran.
Petugas ini akan memeriksa pasar-pasar untuk memastikan keberadaan beras medium dengan harga di bawah HET.
“Kualitas beras yang kita distribusikan ini lebih bagus. Ini sudah masuk medium plus,” tutup Menteri Enggar.