Iqbal Musyaffa
09 April 2020•Update: 13 April 2020
JAKARTA
Lembaga peneliti Center of Reform on Economics (Core) Indonesia mengatakan pemerintah perlu mendahulukan penerbitan surat utang negara (SUN) domestik berdenominasi rupiah dengan mengutamakan skema pembelian oleh Bank Indonesia.
Direktur Riset Core Indonesia Piter Abdullah mengatakan sentimen pasar keuangan global saat ini masih sangat negatif akibat ketidakpastian yang dipicu oleh pandemi Covid-19, yang berarti minat pembeli sangat rendah.
“Penerbitan SUN global di tengah kondisi ini akan memaksa pemerintah meningkatkan insentif berupa bunga kupon yang lebih tinggi dan atau tenor yang sangat panjang dan terbukti dengan diterbitkannya SUN global bertenor 50 tahun baru-baru ini,” ujar Piter dalam keterangan resmi, Kamis.
Piter mengatakan penerbitan SUN domestik dengan pola pembelian oleh BI memungkinkan pemerintah untuk menetapkan suku bunga atau kupon SUN yang lebih rendah dengan tenor yang wajar.
“Dengan begitu, pemerintah tidak akan dibebani oleh pembayaran bunga SUN yang tinggi dalam kurun waktu yang panjang,” lanjut dia.
Piter menambahkan ekspansi moneter yang terjadi melalui pembelian SUN domestik oleh BI diyakini tidak akan mendorong peningkatan inflasi yang berlebihan karena tekanan inflasi di tengah wabah Covid-19 cenderung menurun akibat rendahnya permintaan.
“Meskipun rupiah dalam tekanan pelemahan akibat ketidakpastian pasar keuangan global, pemerintah tidak perlu terburu-buru menambah supply dollar dengan menerbitkan SUN global,” jelas Piter.
Menurut Piter, posisi cadangan devisa saat ini relatif masih cukup besar untuk membiayai intervensi Bank Indonesia dalam rangka stabilisasi nilai tukar.
Selain cadangan devisa, Bank Indonesia juga memiliki second line of defense berupa fasilitas pinjaman IMF, perjanjian kerjasama swap arrangements dengan beberapa bank sentral, serta yang terakhir fasilitas Repo Line dari The Fed.
“Meskipun penerbitan SUN global dibutuhkan karena kita memang kekurangan dollar akibat menurunnya ekspor, penerbitan SUN global dapat dilakukan ketika wabah Covid-19 sudah mereda dan sentimen pasar mulai pulih,” kata dia.
Piter melanjutkan bahwa di tengah kebijakan moneter global yang cenderung menurunkan suku bunga, maka penerbitan SUN global berpotensi mendapatkan permintaan yang tinggi pada bunga kupon yang lebih baik, dengan tenor yang wajar.