Erric Permana
14 November 2017•Update: 15 November 2017
Erric Permana
JAKARTA
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan seluruh proses imbal dagang pesawat tempur Sukhoi SU-35 dengan Rusia telah selesai. Proses final, yakni penandatanganan kesepakatan akan dilakukan Desember mendatang.
“[Rusia] sudah setuju,” ujar Ryamizard Ryacudu kepada Anadolu Agency pada Selasa.
Dia menegaskan 11 pesawat Sukhoi yang didapat memiliki spesifikasi lengkap beserta senjatanya. Dia pun membantah adanya pernyataan mengenai tidak lengkapnya senjata yang diberikan Rusia kepada Indonesia.
“[Ada yang] bilang nggak lengkap, ngapain kita beli pesawat nggak bisa nembak,” tambah dia
Apalagi, kata dia, Indonesia mendapatkan keuntungan dari pembelian pesawat itu dengan adanya transaksi imbal dagang. Separuh dari total Rp16 triliun harga pembelian pesawat tersebut akan dibayar dengan komoditas Indonesia.
“Jadi Kementerian Pertahanan-nya membawa dampak ekonomi juga,” ujar dia.
Pemerintah Indonesia dan Rusia sepakat melakukan imbal dagang dalam pengadaan alat peralatan pertahanan keamanan (Alpahankam) yakni 11 Sukhoi SU-35.
Nilai pembelian 11 Sukhoi SU-35 ini mencapai USD 1,14 miliar, termasuk dengan hanggar dan persenjataan. Sementara harga satu sukhoinya dibanderol USD 90 juta. Menurut Menteri Ryamizard, Indonesia merupakan satu-satunya di negara ASEAN yang menggunakan pesawat itu.