Errıc Permana
05 Februari 2020•Update: 05 Februari 2020
JAKARTA
Lembaga Kerja Sama Ekonomi Sosial Budaya Indonesia-Tiongkok (Association of Indonesia-China Economic Social and Cultural Cooperation/AICESCC) meminta Pemerintah Indonesia mengkaji kembali larangan penerbangan dari dan menuju China.
Ketua AICESCC Sudrajat mengatakan larangan terbang tersebut menyebabkan kerugian berupa tertundanya sejumlah komitmen investasi dan perjalanan bisnis bagi pengusaha di kedua negara.
Padahal, kata dia, neraca perdagangan antara Indonesia dan China pada 2019 lalu mencapai sekitar USD60 miliar.
"Ini pasti akan mengganggu perekonomian perdagangan kita," kata Sudrajat usai bertemu Menkopolhukam Mahfud MD, pada Rabu.
Wakil Ketua AICESCC Hariyadi Sukamdani juga mengingatkan pemerintah untuk tidak melakukan pembatasan terhadap impor barang-barang dari China.
Dia meminta agar Indonesia tidak bertindak berlebihan menghadapi virus korona.
"Kita mengharapkan pemerintah ada suatu kebijakan yang lebih kondusif kepada perdagangan Indonesia terutama aliran logistik, atau persilangan logistik antara China dengan Indonesia," tambah dia.