Erric Permana
05 Maret 2018•Update: 06 Maret 2018
Erric Permana
JAKARTA
Presiden RI Joko Widodo mengingatkan kepada seluruh menteri dan kepala lembaga untuk lebih kreatif mencari pasar ekspor alternatif.
Apalagi, kata dia, saat ini banyak negara tujuan ekspor Indonesia yang menerapkan kebijakan kebijakan protektif di negaranya, Vietnam salah satunya.
"Termasuk munculnya kecenderungan beberapa negara tujuan ekspor kita dalam menerapkan kebijakan perdagangan yang protektif, yang mengharuskan kita memperkuat daya saing ekspor kita," tambah dia.
Dia pun menegaskan agar Indonesia mencari pasar non tradisional agar meningkatkan daya saing ekspor.
Menurut Presiden yang akrab disapa Jokowi itu, perkembangan ekonomi dunia yang berkaitan degan komoditas, suku bunga, serta nilai tukar terus berubah dan dapat mempengaruhi perekonomian di Indonesia.
Indonesia pun harus mewaspadai perkembangan ekonomi dunia dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) 2019 mendatang.
"Agar diwaspadai dan diantisipasi mengenai dinamika ekonomi dunia," ujar Joko Widodo saat memimpin Rapat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin.
Dalam rapat itu, Presiden juga mengingatkan menterinya terkait harga komoditas di dalam negeri agar bisa dikendalikan. Hal ini juga dilakukan agar harga komoditas tersebut bisa terkendali sebelum memasuki bulan puasa mendatang agar tidak melonjak.
"Harga pokok yang memiliki kontribusi terhadap inflasi pada angka kemiskinan, seperti beras sebagai contoh, harus dikendalikan," jelas dia.