03 Agustus 2017•Update: 03 Agustus 2017
Muhammad Latief
JAKARTA
Jasa transportasi online dikatakan membantu masyarakat Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) yang belum terjangkau transportasi publik. Senior Public Policy Associate Uber Indonesia, Pandu Adi Laras, juga berkata Uber membantu meningkatkan konektivitas antar-daerah, Selasa.
Kata Pandu, ada sekitar sekitar 40 persen wilayah Jabodetabek yang belum terjangkau angkutan umum. Transjakarta, moda transportasi publik yang kini menjadi andalan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, juga belum menjangkau banyak wilayah.
“Inilah peluang ride sharing, membantu masyarakat mendapatkan transportasi yang nyaman, aman, dan cepat,” ujarnya.
Menurut Bank Dunia, indeks konektivitas Indonesia kini hanya 2,01 persen, terendah di ASEAN. Angka ini bahkan lebih rendah dari Vietnam (2,73%). Konektivitas sendiri merupakan konsep keterhubungan suatu lokasi dengan lokasi lain. Semakin tinggi indeksnya, berarti aksesibilitas tinggi dan tingkat isolasinya rendah.
Pemerintah juga menghadapi persoalan kemacetan yang parah di Jakarta, masalah ini akan bertambah parah karena diperkirakan akan ada 30 juta orang yang berpindah ke kota besar dalam rentang waktu 10 tahun mendatang. Konsekuensinya, waktu perjalanan dan kemacetan akan bertambah. “Ride sharing bisa berkontribusi menyelesaikan masalah ini,” ujar Pandu.
Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati, mengatakan transportasi di ibukota negara-negara maju tidak mengandalkan kendaraan pribadi, namun transportasi publik.
Selain mengurangi kemacetan, menggunakan transportasi publik berarti bisa memakai lebih banyak waktu untuk kegiatan produktif. “Saat pakai transportasi publik, orang bisa beristirahat, menulis, atau melakukan kegiatan terkait pekerjaan,” sebut Enny.
Selain itu, jangkauan transportasi online yang luas akan bisa menjadi solusi penataan pemukiman. Karena biasanya wilayah pemukiman yang terjangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah, letaknya jauh dari pusat kota. “Jika dikembangkan dengan baik, akan membuat pemukiman tersebut terintegrasi dengan sistem transportasi publik”.