Iqbal Musyaffa
JAKARTA
PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS), kelompok usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang mengelola Jalan Tol Balikpapan-Samarinda mendapat fasilitas pembiayaan sindikasi sebesar Rp6,98 triliun.
Pinjaman sindikasi ini akan digunakan untuk membiayai pembangunan jalan tol pertama di Kalimantan. Joint Mandated Lead Arrangers & Bookrunners (JMLAB) dalam kredit sindikasi ini adalah Bank Mandiri dan Bank Syariah Mandiri.
Kredit sindikasi ini terdiri dari 8 perbankan dan 1 lembaga pembiayaan infrastruktur yang masuk ke dalam pembiayaan konvensional serta 5 perbankan yang merupakan pembiayaan syariah.
Direktur Utama PT Jasamarga Balikpapan Samarinda STH Saragi mengatakan kedelapan bank dan satu lembaga pembiayaan infrastruktur yang memberikan kredit sindikasi secara konvensional adalah Bank Mandiri, Bank Mega, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).
Selain itu, juga ada Indonesia Eximbank, Bank Jatim, Bank Papua, Bank Rakyat Indonesia, Bank Kalsel, dan Bank ICBC.
Kemudian, kelima bank yang menyalurkan kredit sindikasi secara syariah ialah Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat, Bank Negara Indonesia Syariah, Bank Rakyat Indonesia Syariah, dan Bank Jabar Banten Syariah.
“Dengan adanya pembiayaan ini, kami dapat memastikan tersedianya pembiayaan untuk pembangunan proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda,” tegas Saragi dalam keterangan pers, Sabtu.
Saragi berharap proyek yang merupakan salah satu dari 20 ruas jalan tol baru yang dibangun oleh Jasa Marga bisa dioperasikan pada tahun depan sehingga bisa membuka satu lagi ruas tol di luar Pulau Jawa, yakni di Pulau Kalimantan.
Jalan Tol Balikpapan-Samarinda terdiri atas lima seksi.
Saat ini progres pembebasan lahan sebesar 98,40 persen dan progres konstruksi adalah sebesar 77,25 persen.
“Penyelesaian lahan segera dituntaskan sehingga konstruksi selesai akhir Triwulan I 2019 dapat terealisasi”, ujar Saragi.
Saragi mengungkapkan pada sisa waktu 3 bulan ini, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk mengejar target penyelesaian proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda sesuai dengan target yang ditentukan.
Saat ini yang menjadi kendala utama adalah penyelesaian sisa pembebasan lahan di lokasi pekerjaan kritis dan konstruksi penanganan tanah lunak di sepanjang jalan tol.
Saragi menambahkan jalan tol yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) ini akan menghubungkan Kota Balikpapan, salah satu pusat perekonomian terbesar Kalimantan Timur, dengan Ibu Kota Kalimantan Timur, yaitu Kota Samarinda.
“Sebagai jalan tol pertama di Kalimantan, jalan tol Balikpapan-Samarinda akan dapat memangkas total perjalanan 34 kilometer sehingga waktu tempuh perjalanan yang biasanya memakan waktu 3-4 jam menjadi hanya 1 jam,” urai dia.
news_share_descriptionsubscription_contact
