Megiza Soeharto Asmail
21 Juli 2018•Update: 22 Juli 2018
ANKARA
Turki menjadi negara pengimpor gas alam cair (LNG) terbesar kedua di Eropa pada 2017, menurut laporan terbaru dari International Gas Union (IGU) yang dirilis pada bulan Juli.
Menurut statistik yang dikumpulkan dari laporan tersebut, negara-negara Eropa mengimpor 47 juta ton LNG secara total pada tahun 2017.
Spanyol adalah negara terkemuka dalam impor LNG di Eropa dengan 12,2 juta ton per tahun.
Turki mengimpor 7,8 juta ton LNG tahun lalu. Prancis mengikuti Turki dengan 6 juta ton dan Inggris mengimpor 4,9 juta ton.
Turki adalah importir LNG terbesar ketiga di 2015 dan keempat terbesar di Eropa pada tahun 2016 dengan 5,6 juta ton per tahun.
Negara-negara Afrika dan Timur Tengah memasok sebagian besar LNG Eropa.
Turki mengimpor 3,45 juta ton LNG dari Aljazair, 1,51 juta ton dari Nigeria dan satu juta ton dari Qatar.
Negara lain yang menjual LNG ke Turki adalah Norwegia, Trinidad & Tobago, dan Amerika Serikat.
Turki kembangkan sistem LNG
Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam Turki menargetkan untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan gas alam dan jumlah fasilitas LNG di negara tersebut.
Turki memiliki Terminal LNG Marmara Ereglisi dengan kapasitas 5,9 juta ton dan Aliaga Egegaz LNG Terminal dengan 4,4 juta ton kapasitas per tahun.
Turki juga memiliki dua unit penyimpanan dan regasifikasi terapung (FSRUs), salah satunya terletak di Izmir dan yang lainnya di Hatay.
Negara ini merencanakan FSRU ketiga di Teluk Saros, di utara Semenanjung Gallipoli di Turki barat laut.
Di tempat lain, Spanyol, yang tidak memiliki FSRU, memiliki terminal LNG yang berlokasi di Barcelona, Huelva, Cartagena, Bilbao, Sagunto, Mugardos, dan El Musel.