22 Juli 2017•Update: 23 Juli 2017
Antara
BERLIN
Turki memberi otoritas Jerman daftar lebih dari 680 perusahaan Jerman yang diduga mendukung terorisme, kata seorang sumber keamanan Jerman pada Jumat, sepuluh kali jumlah yang awalnya dilaporkan oleh media Jerman.
Surat kabar Die Zeit melaporkan pada Rabu bahwa daftarnya termasuk perusahaan Jerman besar seperti Daimler dan BASF AG.
Namun, Wakil Perdana Menteri Turki, Mehmet Simsek mengatakan di Twitter pada Kamis bahwa laporan tersebut "benar-benar salah".
Sebelumnya, Jerman telah memanggil duta besar Turki untuk memprotes penangkapan Ankara terhadap enam pegiat hak asasi manusia termasuk seorang warga negara Jerman, kata seorang jurubicara kementerian luar negeri.
Juru bicara Martin Schaefer menambahkan dalam sebuah konferensi pers rutin pemerintah bahwa Menteri Luar Negeri Sigmar Gabriel telah mempersingkat liburan musim panasnya dan kembali ke Berlin untuk konsultasi pemerintah
Schaefer mengatakan "tidak masuk akal" bahwa Turki telah memperpanjang penahanan salah satu pegiat yang ditahan karena dicurigai terlibat organisasi teroris.
Sebelumnya, Pengadilan Turki telah memperpanjang penahanan direktur lokal Amnesty International dan lima pegiat hak asasi manusia lainnya.
Idil Eser, direktur Amnesty setempat, adalah satu dari 10 pegiat termasuk seorang warga Jerman dan Swedia yang ditahan pada 5 Juli saat menghadiri sebuah lokakarya keamanan digital dan manajemen informasi di sebuah hotel dekat Istanbul.
Jaksa penuntut umum Turki telah meminta pengadilan untuk memperpanjang penahanan mereka semua selama menunggu sidang dugaan keanggotaan sebuah organisasi teroris. Pengadilan memerintahkan empat dari pegiat tersebut untuk dibebaskan. Ke-10 pegiat tersebut ditahan menyusul usaha kudeta yang gagal pada Juli yang lalu di Turki.