İqbal Musyaffa
29 Juli 2018•Update: 30 Juli 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Sebanyak 43 gempa susulan mengguncang Lombok setelah terjadinya gempa berkekuatan 6,4 SR mengguncang wilayah Lombok, Bali dan Sumbawa pada Minggu pukul 05.47 WIB.
“Hingga pukul 08.18 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 43 gempa bumi susulan (after shock) yang paling kuat berkekuatan 5,7,” ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono dalam keterangan resmi, Minggu.
Rahmat menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
BMKG mengatakan pusat gempa berada di darat pada jarak 47 km arah timur laut Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan kedalaman 24 km. Gempa tidak berpotensi tsunami.
Rahmat mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter, kedalaman hiposenter, dan mekanisme sumbernya maka gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust).
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” urai Rahmat.
Guncangan gempa bumi ini menurut dia telah dirasakan di daerah Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Mataram, Lombok Tengah, Sumbawa Barat dan Sumbawa Besar pada skala intensitas II SIG-BMKG (IV MMI), Denpasar, Kuta, Nusa Dua, Karangasem, Singaraja dan Gianyar II SIG-BMKG (III-IV MMI).
Sementara di Bima dan Tuban gempa dirasakan pada skala intensitas II SIG-BMKG (III MMI), di Singaraja pada skala II SIG-BMKG atau III MMI, dan Mataram pada skala II SIG-BMKG atau III MMI.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami,” ungkap Rahmat.
Hingga saat ini menurut dia sementara dilaporkan adanya dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut di Desa Darakunci, Lombok Timur. Sumber informasi berasal dari BPBD Lombok Timur.
Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan tiga orang tewas akibat gempa ini.
"1 orang meninggal dunia di Kecamatan Sambelia, Lombok Timur. 2 orang meninggal dunia di Lombok Utara," ujar Sutopo.
Namun, BNPB belum merinci lebih jauh soal identitas korban tewas. Sementara 12 orang lainnya mengalami luka-luka.