Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, mengungkapkan hasil kunjungan Presiden Joko Widodo yang menemui Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Long, hari ini.
Retno mengatakan, dalam pertemuan tersebut kedua pemimpin negara setuju untuk segera memulai kesepakatan investasi bilateral dan kesepakatan lain di bidang pariwisata, energi, dan ekonomi digital.
“Presiden mengatakan bahwa iklim investasi di Indonesia terus diperbaiki dan dengan adanya investment grade dari lembaga pemeringkat investasi, bisa meningkatkan masuknya investasi asing, termasuk dari Singapura khususnya di bidang infrastruktur,” ungkap Retno, Kamis.
Kemenlu memastikan, investasi Singapura di Indonesia terus meningkat dari USD 5,9 miliar di tahun 2015 menjadi USD 9,2 miliar pada tahun ini. Atas dasar itu, kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan investasi.
Lebih lanjut, Retno mengatakan, salah satu bentuk tindak lanjut dari pertemuan kedua pemimpin pada tahun lalu juga sudah dibentuk Indonesia-Singapore Business Council (ISBC).
“ISBC sudah melakukan pertemuan untuk pertama kali dan diharapkan dengan adanya lembaga ini bisa meningkatkan interaksi ekonomi kedua negara,” katanya.
Di sisi lain, Singapura juga telah meningkatkan status konsulnya di Medan dan Batam menjadi konsul kehormatan pada akhir Agustus lalu. “Peningkatan status ini diharapkan dapat meningkatkan kegiatan perekonomian antar kedua negara,” sebut Retno.
Dalam pertemuan yang digelar di Istana Kepresidenan Singapura ini, kedua negara juga membahas soal pengembangan kawasan industri Kendal. Tercatat, sudah ada 41 perusahaan yang ingin bergabung di kawasan ini dan berpotensi menyerap 4000 tenaga kerja.
“Sudah ada kerja sama pendidikan vokasi antara Institute Technical Education Service Singapura dengan kementerian perindustrian untuk pengembangan sumber daya manusia,” lanjutnya.
Sedangkan, pada bidang pariwisata kedua negara sepakat untuk mengembangkan destinasi wisata bersama. Indonesia memiliki sepuluh destinasi wisata baru yang bisa dikembangkan bersama Singapura.
Rencananya, Indonesia akan mengembangkan potensi wisata melalui pengoperasian kapal pesiar di Bali dan Surabaya. Kedua negara juga membahas pengembangan infrastruktur pariwisata berupa pembangunan dermaga kapal pesiar.
“Kita harap pada Desember nanti dermaga bisa dibangun di Celukan Bawang dan kerja sama pengelolaan Marina di Banyuwangi. Pengembangan sumber daya manusia juga akan dilakukan melalui pelatihan pemandu kapal pesiar,” lanjut Retno.
Pada kesepakatan ketiga, Indonesia dan Singapura juga setuju untuk bersinergi dalam sektor energi untuk pengembangan kapabilitas logistik. Adapun persetujuan yang keempat adalah pengembangan dalam sektor ekonomi digital.
“Pada tahun 2020 bisnis online di Indonesia diperkirakan akan mencapai USD 130 miliar dan Presiden kembali menekankan pembangunan 1000 techno-preneur hingga tahun 2019. Kita upayakan untuk terus mengembangkan digital talent termasuk unicorn technology start up,” urainya.
Untuk pengembangan ekonomi digital, Retno menyampaikan, Presiden sudah menyatakan kerja sama ini bisa dikembangkan di Batam mengingat sudah tersedianya pengembangan taman digital dan incubator block untuk sektor ini.