Hajer M'tiri
PARIS
Sedikitnya delapan orang tewas akibat Badai Irma di wilayah Kepulauan Karibia, Prancis, kata Menteri Dalam Negeri Prancis Gerard Collomb, Kamis.
Collomb berkata kepada France Info radio bahwa jumlah korban jiwa kemungkinan akan bertambah begitu tim penyelamat mendapat akses masuk ke daerah yang terkena bencana dan selesai menginspeksi wilayah Kepulauan Karibia, St. Martin dan St. Barthelemy atau St. Barts.
Irma yang berkecepatan 297 kilometer per jam - menerjang timur laut Karibia dengan kekuatan dahsyat pada Rabu.
Dalam konferensi pers, Collomb menyebutkan prioritasnya adalah menyediakan makanan dan minuman bagi para korban, dan mengembalikan aliran listrik.
"Bandar udara di Prancis tidak hancur, namun Belanda hancur," jelas Collomb mengenai St. Martin, yang wilayahnya terbagi antara Prancis dan Belanda.
Sekitar 40.000 jiwa tinggal di sisi pulau Prancis, yang juga hampir sama jumlahnya dengan sisi Belanda. Sebanyak sekitar 9.000 jiwa tinggal di St. Barts dan sebagian besarnya bertahan hidup tanpa tempat berlindung.
Menurut pernyataan Elysee, Presiden Macron akan berkunjung ke daerah yang terkena dampak "sesegera mungkin".
Menteri Luar Negeri Prancis Annick Girardin tiba di Kepulauan Karibia Guadeloupe, pada Rabu malam, untuk meninjau situasi.
Daniel Gibbs, ketua dewan lokal di St. Martin, Rabu, mengatakan bahwa 95 persen wilayah tersebut telah hancur.
Ahli cuaca dari Pusat Badai Nasional Amerika Serikat menyebutkan bahwa badai Irma adalah salah satu badai paling kuat dan merusak sepanjang sejarah, dan "berpotensi mengakibatkan kerusakan besar".
Turkish Airlines tambah penerbangan
Dengan adanya prakiraan bahwa Badai Irma akan bergerak menuju ke negara bagian Florida, AS, pekan ini, maskapai penerbangan Turki telah menambah jadwal penerbangannya dari dan menuju Miami pada Kamis, menjelang datangnya badai.
"Jadwal tambahan adalah pukul 11.30 di Istanbul dan pukul 21.00 di Miami, pada 7 September," kata kantor pers Turkish Airlines.
Menurut Pusat Badai Nasional, Badai Irma saat ini menjadi badai Atlantik terkuat kedua.
Irma datang setelah hujan lebat selama sepekan banjir bandang yang disebabkan oleh Badai Harvey yang menyerang Kota Houston, di wilayah selatan Texas.
*Dilaporkan oleh Izzet Taskiran dan Selcuk Acar dari Istanbul