Hayati Nupus
26 Juni 2018•Update: 27 Juni 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Sebanyak 96.523 jiwa terdampak kekeringan yang melanda Gunungkidul, Yogyakarta, kata Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) pada Senin, dengan korban paling banyak terdapat di Kecamatan Paliyam dan Tepus
“Masyarakat kekurangan air bersih, sehingga mengharapkan bantuan dari dropping air bersih,” ujar Kepala Pusat Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran pers.
Sutopo mengatakan sudah sejak 4 Juni lalu Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul mendistribusikan air bersih, dengan mengerahkan enam unit mobil tangki, lengkap dengan disel pompa air, pipa dan selang.
Kata Sutopo, kini sekitar 5.000 liter air bersih telah terdistribusikan kepada masyarakat Gunungkidul.
Selain Gunungkidul, ujar Sutopo, sejumlah wilayah lain di Indonesia juga mulai mengalami kekeringan, yaitu di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Sebetulnya, ungkap Sutopo, saat ini musim kemarau baru memasuki periode awal. Namun faktanya, kekeringan telah melanda dan dialami banyak korban.
BNPB memperkirakan musim kemarau akan berlangsung hingga Oktober mendatang.