Pizaro Gozali İdrus
13 Desember 2018•Update: 13 Desember 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Perwakilan Indonesia untuk Komisi HAM ASEAN atau AICHR meminta pemerintah berani tegas terhadap Myanmar terkait konflik rohingya.
Dinna Wisnu, perwakilan Indonesia, mengatakan gelombang pengungsi Rohingya hingga kini masih terus berlangsung, termasuk ke tanah air.
“Indonesia harus berani menegur Myanmar,” ujar Dinna kepada Anadolu Agency usai diskusi “Prospek Pemajuan dan Perlindungan HAM di ASEAN 2019 di Ciputat, Kamis.
Dinna mengatakan pemerintah Indonesia perlu mengambil dua langkah dalam merespons kekerasan terhadap Rohingya.
Pertama, terus menjalankan diplomasi dengan Myanmar. Kedua, berani berbicara kepada Myanmar untuk menghentikan kekerasan.
“Kita tetap harus bilang it is unacceptable. Kita sudah bantu, tapi kenapa Myanmar terus mengulangi [kekerasan],” jelas dia.
Dinna mengatakan kasus Rohingya bukan sekedar persoalan pengungsi. Sebab akar permasalahannya adalah kekerasan terhadap etnis Muslim itu.
“Kalau akar masalahnya tidak selesai, orang-orang ini akan terus masuk,” ujar dia merujuk kedatangan terbaru etnis Rohingya di Aceh.
Sebagai utusan Indonesia di AICHR, Dinna mengaku telah membawa agenda ini sampai ke tingkat pleno sebanyak dua kali.
Namun, ternyata masih ada penolakan dari negara-negara dari luar Myanmar.
“Jadi di AICHR secara keseluruhan belum ada konsensus,” kata dia.