17 Oktober 2017•Update: 17 Oktober 2017
Roy Ramos
ZAMBOANGA CITY, Filipina
Amerika Serikat pada Senin memuji militer Filipina setelah mereka menewaskan dua petinggi perang Marawi.
"Kami menyampaikan selamat pada rekan-rekan kami di Pasukan Bersenjata Filipina (AFP) setelah dilaporkan sukses menewaskan dua figur kunci dibalik pertempuran Marawi: Isnilon Hapilon dan Omar Maute," kata juru bicara Kedutaan Besar AS Molly Koscina dalam pernyataannya.
"AS bangga mendukung upaya anti-terorisme AFP di Mindanao melalui bantuan intelijen, pengawasan dan pengintaian serta bantuan teknis lainnya," lanjut statemen itu.
Di AS, Hapilon masuk daftar pencarian karena keterlibatannya dalam penculikan tiga warga Amerika di Filipina pada 2001 silam. Pemerintah AS menyediakan hadiah USD 5 juta bagi siapapun yang bisa menangkap figur teroris itu.
Presiden Rodrigo Duterte awal tahun ini mengumumkan hadiah USD 195.000 dan USD 97.000 masing-masing bagi mereka yang bisa meringkus Hapilon dan Maute.
Jasad mereka akan melalui tes DNA sebelum hadiah itu diberikan.
Perseteruan AS dengan Filipina mulai melunak setelah Duterte mengatakan dia ingin "bersahabat" dengan Washington karena Amerika sudah "menebus kesalahan mereka" dan "membantu" Filipina.
Washington menyalurkan dana USD 14 juta ke Filipina untuk pemulihan kota Marawi yang porak-poranda karena perang.
Mereka juga memberikan dua pesawat pengintai dan peralatan militer lainnya untuk membantu Manila memerangi terorisme.