Sebagai dampak dari letusan freatik dari gunung Merapi yang menyebabkan hujan abu, bandara Adisutjipto Yogyakarta masih akan ditutup hingga pukul 16.30 WIB, Jumat.
Manager Humas AirNav Indonesia Yohanes Sirait kepada Anadolu Agency, Jumat, mengatakan penutupan tersebut sesuai NOTAM B3567/2018.
“AirNav Indonesia bersama seluruh stakeholder terkait akan terus memonitor perkembangan status Gunung Merapi dan dampaknya terhadap penerbangan,” ujar Yohanes.
Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan resmi menginformasikan bahwa Bandara Adisutjipto Yogyakarta untuk sementara ditutup karena terdampak sebaran hujan abu vulkanik Gunung Merapi.
Gunung Merapi pada hari ini jam 07.32 WIB mengalami letusan freatik sehingga menyebabkan hujan abu di beberapa tempat khususnya di bagian selatan hingga barat daya dari puncak kawah Gunung Merapi.
Hujan abu, menurut Sutopo, terjadi di beberapa tempat di wilayah Kabupaten Sleman Yogyakarta meliputi Kecamatan Tempel, Turi, Pakem, Cangkringan, Ngemplak dan sebagian Kecamatan Sleman.
“Di Sleman hujan abu turun di daerah Jombor, Ngaglik, Pasar Sleman, Jakal KM 10, Godean, Depok dan Gamping. Di Kota Yogyakarta hujan abu di daerah Stasiun Tugu, Bumijo, Malioboro, Gamping, dan Timoho,” tambah Sutopo.
Hingga saat ini Sutopo mengungkapkan tidak ada erupsi susulan. “BPPTK PVMBG tidak merekam adanya peningkatan kegempaan di Gunung Merapi,” ujar dia.
Pascaerupsi, kegempaan yang terekam menurut Sutopo tidak mengalami perubahan dan suhu kawah mengalami penurunan. Status Gunung Merapi tetap Normal (Level I).
“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang. Tidak perlu panik. Lakukan antisipasi. Gunakan masker jika melakukan aktitivitas di luar rumah,” tegas Sutopo.