Ovunc Kutlu
10 Januari 2018•Update: 11 Januari 2018
Ovunc Kutlu
NEW YORK
Kebijakan-kebijakan fiskal dan moneter yang dilakukan oleh Turki mendorong “pertumbuhan yang lebih kuat dari ekspektasi”, sehingga proyeksi pertumbuhan ekonomi negara ini direvisi, naik 6,7 persen dari semula 4 persen, ujar Bank Dunia pada Selasa.
“Pertumbuhan ekonomi yang sangat besar di Turki tahun lalu – mencapai 6,7 persen dari 3,2 persen di 2016 – didorong oleh stimulus fiskal yang ditujukan untuk memulihkan ekonomi setelah peristiwa kegagalan upaya kudeta pada 2016,” tulis laporan Global Economic Prospects yang disusun oleh Bank Dunia.
Pertumbuhan angka ekspor Turki juga meningkat karena adanya permintaan yang lebih tinggi dari Uni Eropa (UE), dan depresiasi mata uang Turki pada 2016, lanjut Bank Dunia.
Sebagai tambahan, pertumbuhan populasi usia kerja Turki menyumbang prospek positif pada potensi pertumbuhan ekonomi negara.
Namun Bank Dunia mengingatkan adanya ketidaksepakatan di antara beberapa negara anggota UE dapat menghalangi investor internasional dan pada akhirnya berpotensi mengakhiri aksesi UE kepada Turki.
“Pertumbuhan ekonomi di Turki akan kembali moderat di angka 3,5 persen pada 2018, saat dampak dari kebijakan fiskal 2017 memudar,” kata laporan itu.
Bank Dunia memperkirakan perekonomian Turki akan meningkat 4 persen pada 2019 dan 2020.