10 Januari 2018•Update: 10 Januari 2018
Muhammet Emin Avundukluoglu
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Selasa mengatakan bahwa sudah saatnya untuk melawan teroris PKK yang membentuk sebuah koridor di utara Suriah yang berbatasan dengan Turki.
Berbicara kepada anggota parlemen Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK), Erdogan membahas kemungkinan operasi tentara Turki ke Distrik Afrin di Provinsi Aleppo, Suriah.
“Sudah waktunya untuk memblokir kelompok teror separatis yang membentuk koridor teror di sepanjang Suriah," kata Erdogan.
"Kami akan menyelesaikan proses ini dengan mengamankan semua perbatasan," tambah dia mengacu pada kemungkinan operasi Afrin.
Setiap operasi Afrin dapat mengikuti keberhasilan Turki dalam tujuh bulan Operasi Perisai Euphrates yang berakhir Maret lalu.
Erdogan juga memuji “pendirian kokoh” rakyat Turki timur dalam referendum tidak sah Pemerintah Regional Kurdi (KRG) di Irak utara pada September lalu.
Referendum tidak sah tersebut menuai kecaman dari masyarakat internasional.
PKK dianggap sebagai organisasi teroris oleh AS, Uni Eropa dan Turki. Kampanye terror PKK melawan Turki yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade telah menewaskan lebih dari 40.000 orang.
Sejak kelompok tersebut melanjutkan kampanye bersenjata pada bulan Juli 2015, tercatat lebih dari 1.200 orang termasuk personil keamanan dan warga sipil meninggal dunia.
PKK juga aktif di Suriah dengan nama PKK/PYD dan PKK/YPG.