01 September 2017•Update: 04 September 2017
Megiza Asmail
JAKARTA
Puluhan orang menyaksikan pemotongan hewan kurban di pelataran Masjid Jami' Baiturrahman Al-Haq, Jalan H Mochtar Raya, Kelurahan Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, usai salat Jumat. Mereka melihat proses penyembelihan sapi dan kambing.
Bergantian dua jenis hewan kurban itu dibawa ke area yang sudah di siapkan panitia Idul Adha tahun ini. Setelah dibacakan doa lengkap sapi dan kambing pun disembelih. Proses tersebut memang menjadi hal yang biasa untuk kaum muslim. Namun, ada yang berbeda dalam Hari Raya Haji tahun ini.
Proses penyembelihan sapi yang kemudian dikuliti dengan cara menggantungkannya di rantai yang sudah disiapkan menjadi hal baru yang disaksikan warga setempat. Begitupun dengan alat pemotongan tulang yang ditempatkan di dekat area penyembelihan.
Tidak sampai di situ, seorang petugas yang memantau kebersihan dan kesehatan hewan yang baru dipotong pun menjadi pemandangan yang baru. Dokter hewan itu ternyata bertugas untuk menentukan layak atau tidaknya daging hewan kurban tersebut dikonsumsi warga.
Ketua panitia pemotongan hewan kurban Masjid Jami’Baiturrahman Al-Haq, Muhidir, mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk pertama kalinya menyediakan petugas khusus untuk memantau proses pemotongan hewan. Tidak hanya itu, beberapa hari sebelumnya, panitia yang bertugas untuk menyembelih hewan ternyata juga mendapat pelatihan khusus dari Dinas Peternakan.
“Sebelumnya ada latihan dari Dinas Peternakan DKI. Kami diajarkan cara merubuhkan sapi, memotong, membersihkan dan mengolah daging sapi yang sudah dipotong itu,” kata Muhidir.
Dia menjelaskan, meski lima orang panitia yang menyembelih hewan terbilang sudah berpengalaman, namun ada hal baru yang didapat dari pelatihan. “Menyembelih sapi itu harus dari depan, dari kolong. Enggak boleh dari belakang atau samping, karena sapi akan menendang,” ujarnya.
Selain memberikan pelatihan cara memotong dari Dinas Kesehatan, ada juga penyerahan alat pemotongan hewan kurban dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP). Alat ini, kata Muhidir, membantu petugas untuk memaksimalkan pengolahan daging kurban.
Usai salat Idul Adha, Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat memang meresmikan model penampungan dan pemotongan hewan kurban di area masjid ini. Pemprov DKI memberikan pelatihan dan edukasi pemotongan hewan kurban yang memenuhi syariat ajaran agama, standar higienis, hingga pengolahan limbah, agar tidak terjadi masalah kesehatan pada masyarakat yang mengonsumsi daging hewan kurban.
“Hewan kurban dan dagingnya diperiksa agar tidak ada penyakit, bakteri dan juga cacing hati. Kami dapat perintah agar langsung memusnahkan daging yang ditemukan memiliki cacing hati karena itu berbahaya untuk dikonsumsi,” ujar petugas Dinas Kesehatan yang memantau di Masjid Jami' Baiturrahman Al-Haq.