Surya Fachrizal Aprianus
07 Juli 2018•Update: 08 Juli 2018
Meryem Goktas dan Sibel Ugurlu
ANKARA
Presiden Turki mengatakan pada Jumat, bahwa koalisi Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Parti) dan Partai Gerakan Nasionalis (MHP) yang dikenal dengan Aliansi Rakyat, akan melanjutkan kerja sama di Parlemen.
Dalam pesannya kepada para pimpinan daerah AK Parti di kantor pusat di Ankara, Erdogan mengatakan, “Kita akan teruskan Aliansi Rakyat di parlemen”.
Erdogan berterima kasih kepada rakyat Turki yang berpartisipasi pada pemilu 24 Juni yang mencapai lebih dari 86 persen. Kata Erdogan, kenyataan itu telah menohok pihak-pihak yang ingin memojokkan Turki dalam hal berdemokrasi.
- Kabinet baru akan diumumkan Senin
Erdogan juga mengatakan langkah-langkah awal untuk transisi ke sistem presidensial baru Turki telah selesai. Termasuk perubahan yang terkait dengan menteri kabinet, dan manajemen yang didefinisikan ulang dari sejumlah lembaga negara.
"Pada Senin, keputusan presiden pertama akan dikeluarkan segera setelah upacara pelantikan. Dan Kabinet Presiden yang baru akan diumumkan malam itu juga," katanya.
Erdogan menambahkan, untuk pertama kali kabinet diisi nama-nama yang tidak berasal dari partai mana pun.
"Kami akan mempercepat kerja negara dan membuatnya lebih efektif dengan menggabungkan sejumlah lembaga yang memiliki fungsi sejenis, dan menghapus lembaba yang tidak berfungsi lagi,” kata Erdogan.
Erdogan juga menyoroti pemilihan lokal pada Maret 2019 nanti. Katanya, hasil pemilu bulan lalu penting untuk dianalisis untuk pemilu lokal mendatang.
"Ada pemilihan lokal di depan kami, kami harus melihat (hasli pemilu) 24 Juni dan mengambil langkah yang diperlukan," katanya.
Pada hari Senin, 9 Juli, Erdogan - dalam masa jabatan keduanya sebagai presiden - akan dilantik untuk pertama kalinya di bawah sistem presidensial eksekutif yang baru.
Upacara pelantikan akan diadakan pada jam 4 sore waktu setempat (1300GMT) di gedung parlemen di ibu kota Ankara, kata sumber anonim, karena keterbatasannya berbicara kepada media.
Upacara akan diadakan di Kompleks Kepresidenan untuk menandai transisi negara ke sistem pemerintahan presidensial.
Pemungutan suara 24 Juni menandai transisi Turki ke sistem pemerintahan presidensial, dengan meninggalkan pos perdana menteri, dan sejumlah perubahan lainnya.