Kemal Karadag
ANKARA
Tujuan utama masa darurat adalah untuk memerangi terorisme, kata Presiden Recep Tayyip Erdogan, Selasa.
Kekuatan darurat pertama kali diberlakukan beberapa saat setelah upaya kudeta tahun lalu, sehingga pemerintah berhasil membekuk puluhan ribu orang yang diduga terlibat dalam upaya kudeta atau yang memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok teror seperti PKK.
“Tujuan paling penting dari keadaan darurat adalah untuk memerangi organisasi teroris dan mengubur mereka,” kata Erdogan dalam pertemuan dengan pejabat daerah atau mukhtar, di kompleks kepresidenan di Ankara.
Erdogan menambahkan, “Tanggung jawab saya sebagai kepala negara tidak akan terpenuhi hingga rakyat dari tenggara, timur, dan seluruh penjuru Turki mendapat perdamaian,”
Masa darurat diperpanjang hingga 3 bulan berikutnya, dan dalam periode tersebut, pemerintah menangkap orang-orang yang diduga memiliki hubungan dengan Organisasi Teroris Fetullah (FETO), yang disebut-sebut mendalangi percobaan kudeta.
“Kami hanya memiliki 1 bendera, 1 daratan, dan 1 negara seluas 780.000 kilometer persegi. Kami akan melawan orang-orang yang ingin memecah-belah tanah kami,” tegas Erdogan.
“Selama tidak ada kerja sama dengan organisasi teror seperti FETO, PKK, Daesh, atau DHKP-C [kelompok teroris sayap kiri yang aktif di Turki], hati dan tangan kami terbuka untuk semua orang, tanpa membedakan asal, sikap, dan gaya hidupnya,” kata Erdogan lagi.
Ia berkata, Turki akan terus mengembangkan diri dan menjalankan proyek-proyek yang berkontribusi untuk perkembangannya.
Presiden menegaskan bahwa Turki “tidak akan pernah membiarkan” Partai Pekerja Kurdistan/ Partai Persatuan Demokratis (PKK/PYD) – afiliasi PKK Suriah, yang melancarkan perang selama 33 tahun melawan Turki – untuk “mendirikan negara sendiri di utara Suriah”.
PKK/PYD menguasai sebagian besar wilayah utara Suriah di perbatasan Turki dan sebuah wilayah di sekitar barat Afrin. Turki bertekad untuk mencegah kelompok tersebut menguasai perbatasan.
Menyebut entitas tersebut sebagai “Negara Kurdi” adalah penghinaan bagi orang-orang Kurdi.
“Saya percaya bahwa saudara-saudari Kurdi kami tidak akan membiarkan formasi tersebut terbentuk di utara Suriah dan selatan Turki,” kata Erdogan.