Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Pemerintah akan mengutamakan untuk memanfaatkan potensi dalam negeri untuk membangun Lombok setelah diguncang gempa berkali-kali, meskipun sudah banyak tawaran bantuan dari dunia internasional.
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani seusai rapat koordinasi di Jakarta, Jumat, mengatakan saat ini pemerintah baru menginventarisasi tawaran bantuan internasional yang masuk. Tawaran bantuan asing yang masuk, menurut dia, akan melalui satu pintu yakni BNPB.
“Kita sudah data dari negara mana dan bantuan apa saja yang ditawarkan. Tapi saat ini kita manfaatkan potensi dari dalam negeri dulu,” ungkap Menteri Puan.
Menteri Puan menambahkan bahwa proses identifikasi dan verifikasi kerusakan akibat gempa akan dilakukan hingga akhir September.
Saat ini, kata dia, sebanyak 20 ribu rumah rusak berat sudah terverifikasi. Sementara total rumah rusak ringan hingga berat yang sudah teridentifikasi mencapai 78 ribu unit.
“Kementerian PUPR akan membangun beberapa rumah tahan gempa yang akan dilakukan secara swadaya oleh TNI, mahasiswa, PUPR, dan masyarakat,” lanjut Menteri Puan.
Dia menambahkan bahwa pemerintah tidak ingin melihat masyarakat duduk termenung di pengungsian tanpa melakukan apapun karena akan membuat masyarakat tidak sehat secara jasmani dan rohani.
Oleh karena itu, pembangunan rumah secara swadaya akan segera dilakukan. Setiap rumah rusak menurut Menteri Puan, akan mendapatkan bantuan sebesar Rp50 juta yang akan dibagi dalam lima tahap.
“Tahap pertama Rp10 juta untuk modal kerja penduduk membeli peralatan untuk renovasi rumah dan sisanya diberikan bertahap setelah rumah terverifikasi,” tambah dia.
Pembangunan rumah rusak juga akan memanfaatkan material bangunan reruntuhan rumah yang masih memungkinkan untuk digunakan kembali.
Terkait aktivitas belajar mengajar di Lombok, Menteri Puan mengatakan sementara masih dilakukan di tenda pengungsian karena belum memungkinkan untuk dilakukan di gedung sekolah secara permanen, karena khawatir terjadinya gempa susulan.
“Saya juga sudah minta Mendikbud untuk mengirim tenaga pengajar dari luar NTB karena guru-guru NTB juga ikut trauma,” jelas Menteri Puan.
Penanganan kesehatan masyarakat, menurut dia, juga terus dilakukan meskipun infrastruktur rumah sakit masih belum memungkinkan untuk bisa menerima pasien. Kementerian Kesehatan, ujar dia, tetap memberikan pelayanan maksimal.
Kementerian Sosial juga sudah diminta untuk memverifikasi masyarakat yang berhak mendapatkan santunan jaminan sosial sehingga aktivitas dan kehidupan masyarakat berangsur-angsur dapat pulih.
news_share_descriptionsubscription_contact


