Erric Permana
07 Februari 2018•Update: 08 Februari 2018
Erric Permana
JAKARTA
Indonesia mengindikasikan kemungkinan Daesh membuat basis di Myanmar pasca kekalahan organisasi teroris ini di sejumlah negara, termasuk di Filipina.
Menurut Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, Daesh bisa menyusup ke dalam kelompok pengungsi Rohingya setelah kembali dari pengungsian di Bangladesh.
Dia pun mengklaim telah menemukan adanya indikasi tersebut
"Sekarang kita khawatirkan [Daesh] buat basis di Myanmar Kita waspada di Myanmar, dan ASEAN siap membantu," ujar Wiranto di acara Rakor Kepala Daerah dan Sekda di Jakarta.
Itu sebab, kata dia Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Myanmar.
Wiranto mengklaim hanya Indonesia yang dipercaya oleh Pemerintah Myanmar dalam menangani isu pengungsi dan terorisme tersebut.
Myanmar akan belajar berantas teroris dari Indonesia
Menurut Wiranto tim militer Myanmar akan dikirim ke Indonesia untuk mempelajari teknik memberantas terorisme.
"Bulan ini mereka akan kirim militer Myanmar ke Indonesia untuk bagaimana cara menghabisi teroris," jelas Wiranto.
Tidak hanya itu ASEAN pun kata dia juga akan membantu Myanmar untuk mencegah adanya basis baru bagi Daesh.
Kelompok pemberontak di Myanmar yang menyatakan dirinya sebagai Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) menyerang sejumlah pos militer di perbatasan Myanmar - Bangladesh pada akhir Agustus lalu.
Serangan tersebut memicu adanya tindakan militer dari pemerintah setempat yang menyebabkan warga sipil menjadi korban.
Akibat tindakan pemerintah Myanmar tersebut banyak dari Muslim Rohingya mengingsikan diri ke Bangladesh. Hingga kini tercatat ada sekitar 1 juta lebih pengungsi Rohingya di sana.