Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi meminta Myanmar terus tunjukkan itikad baik penyelesaian konflik di Rakhine. Pernyataan itu disampaikan Menteri Retno saat menerima Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Myanmar Ei Ei Khin Aye di kantornya, Selasa.
“Kami ingin ada kemajuan lain yang dilakukan dan diperlihatkan kepada dunia dalam penyelesaian konflik ini,” ujar Retno.
Sejauh ini, kemajuan yang sudah ditunjukkan Myanmar adalah pembukaan pintu masuk bantuan kemanusiaan dari masyarakat internasional untuk masyarakat di Rakhine.
Pertemuan tadi juga digunakan Retno untuk menindaklanjuti komunikasi dan usulan Indonesia agar keamanan dan stabilitas di Rakhine bisa segera pulih.
Retno juga sudah menghubungi Menteri Muda Urusan Luar Negeri Myanmar dan Menteri Luar Negeri Bangladesh melalui telepon untuk membahas bantuan kemanusiaan yang dibutuhkan.
“Pemerintah Myanmar akan memimpin pemberian bantuan beserta ICRC, dan akan bekerja sama dengan Palang Merah Myanmar,” lanjutnya.
Saat ini sudah ada kesepakatan antara ICRC dan otoritas Myanmar untuk pengiriman bantuan. Namun, pemerintah Indonesia belum bisa mengirim bantuan ke Myanmar karena masih menunggu daftar bantuan yang dibutuhkan.
Bantuan dari pemerintah Indonesia akan dikirim untuk pengungsi Rohingya di Bangladesh terlebih dahulu pada esok hari (Rabu).
“Tapi dalam waktu yang tidak lama lagi kita juga akan kirim bantuan ke Myanmar. Saya sudah minta Dubesnya untuk segera mengirim daftar bantuan yang dibutuhkan,” jelasnya.
Terkait bantuan yang akan dikirim ke Bangladesh terdiri dari 4 pesawat Hercules. “Bantuan ini tidak hanya akan berlangsung sekali, Untuk bantuan tahap kedua dan ketiga akan kita bahas lebih lanjut dengan jarak waktu yang tidak berjauhan,” urainya.
Distribusi bantuan di Bangladesh akan dilakukan bersama pemerintah pusat dan daerah di Bangladesh serta dengan sejumlah lembaga internasional di sana seperti UNHCR dan IOM.