Erric Permana
12 September 2017•Update: 13 September 2017
Erric Permana
JAKARTA
Presiden RI Joko Widodo meminta kementerian dan kepala daerah turun langsung ke lapangan mengatasi bencana kekeringan, pada Selasa.
Permintaan ini disampaikan Joko saat rapat terbatas membahas solusi bencana kekeringan. Sebab, saat ini sejumlah daerah mengalami kekeringan meski tidak separah tahun 2015 lalu.
"Laporan dari BMKG, kekeringan di 2017 ini tidak seperti 2015 saat ada El Nino," ujar Presiden Joko Widodo.
Bahkan, kata dia, sejumlah daerah mengalami puncak kekeringan lantaran selama dua bulan tidak turun hujan.
"Sebagian daerah di Pulau Jawa saat ini sedang mengalami puncak musik kemarau. Menurut laporan BMKG, musim hujan di sebagian besar daerah baru terjadi akhir November atau akhir Oktober 2017," tambahnya.
Untuk menanggulangi kekeringan jangka pendek, Presiden RI meminta penyaluran air bersih bagi masyarakat dan menjaga stok pangan daerah. Juga pengawasan penyediaan air untuk irigasi pertanian.
"Saya juga minta dicek terkait suplai air untuk irigasi pertanian yang sangat dibutuhkan, terutama untuk mengairi lahan pertanian di daerah yang terdampak," tegasnya.
Dia juga mengingatkan menterinya untuk mencegah dan mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan akibat kekeringan seperti yang terjadi pada 2015 lalu.
Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebagian besar wilayah Indonesia tengah mengalami puncak musim kemarau pada September ini. Di antaranya adalah Jawa dan Nusa Tenggara. Terdapat 2.726 desa/kelurahan yang mengalami kekeringan di Jawa dan Nusa Tenggara. Desa-desa itu tersebar di 715 kecamatan atau 105 kabupaten/kota.