Iqbal Musyaffa
19 September 2017•Update: 19 September 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi memastikan Myanmar dan Bangladesh akan bertemu secara bilateral untuk membahas nasib pengungsi Rohingya dan perbatasan kedua negara.
“Diplomasi Indonesia untuk menjembatani kedua negara mulai membuahkan hasil,” ujar Retno di New York, pada Senin waktu setempat.
Indonesia, kata Retno, turut hadir dalam pertemuan terbatas membahas situasi di Rahkhine, dalam rangkaian Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-72 di Newyork.
Selain dari Indonesia, pertemuan yang dipimpin Menteri Luar Negeri Inggris ini juga dihadiri menteri luar negeri dari Turki, Malaysia, Tiongkok, Australia, Swedia, Denmark, Bangladesh, serta penasihat keamanan nasional dan Menteri Muda Urusan Luar Negeri Myanmar.
Para Menteri Luar Negeri sepakat untuk mendesak Myanmar segera mengimplementasikan rekomendasi Komisi Penasihat PBB untuk Rakhine State Kofi Annan, dan menekan Myamnar untuk membuka akses bantuan kemanusiaan hingga ke daerah paling terdampak konflik.
Menurut otoritas Myanmar, situasi di Rakhine saat ini sudah lebih stabil dan tidak lagi terjadi kontak senjata.
“Pemerintah Myanmar juga menyampaikan bahwa akses masuk bantuan kemanusiaan sudah terbuka,” jelas Retno.
Sebelumnya Indonesia telah mengirim sejumlah bantuan menggunakan delapan pesawat untuk warga Rohingya di Bangladesh.