Erric Permana
30 April 2018•Update: 01 Mei 2018
Erric Permana
JAKARTA
Indonesia menawarkan diri untuk membantu proses perdamaian antara Korea Selatan dan Korea Utara.
Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan Duta Besar Korea Selatan Kim Chang-Beom dan Korea Utara Ahn Kwang II di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.
Indonesia juga menawarkan diri menjadi tuan rumah pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden Korea Selatan Kim Jong Un untuk proses perdamaian di Semenanjung Korea.
"Kami sampaikan Indonesia siap untuk menjadi tuan rumah pertemuan-pertemuan itu," ujar Presiden yang akrab disapa Jokowi ini di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.
Menurut Presiden Jokowi, pertemuan yang dilakukan pemimpin kedua negara memiliki makna penting bagi perdamaian di kawasan.
"Artinya, kawasan kita ini menjadi lebih sejuk, lebih dingin dan kita bisa berkonsentrasi semuanya pada pembangunan fisik maupun ekonomi," jelas Presiden Jokowi.
Jumat lalu, Pemimpin Korea Utara dan Korea Selatan sepakat mewujudkan denuklirisasi dan menciptakan perdamaian abadi di Semenanjung Korea, menurut laporan media setempat.
Kesepakatan itu menyusul pertemuan bilateral bersejarah antara Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Area Keamanan Bersama Panmunjom di Korea Selatan.
"Kedua pemimpin dengan sungguh-sungguh menyatakan bahwa tidak akan ada lagi perang di Semenanjung Korea dan era baru perdamaian telah tiba," kata mereka dalam deklarasi bersama setelah KTT, seperti dilansir kantor berita Korea Selatan Yonhap.
Mereka juga menegaskan kembali kesepakatan awal untuk "Semenanjung Korea yang bebas nuklir melalui denuklirisasi penuh".