İqbal Musyaffa
06 November 2017•Update: 06 November 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Duta Besar Indonesia untuk Republik Korea Umar Hadi mengatakan, kerja sama Indonesia dan Korea Selatan di bidang pariwisata perlu ditingkatkan.
Saat ini, menurut Umar, kunjungan turis Indonesia ke Korea Selatan terus meningkat. Pada 2015 WNI yang berkunjung ke Korea Selatan sekitar 260 ribu orang dan tahun lalu hampir mencapai 300 ribu orang.
“Sementara kunjungan turis Korea ke Indonesia mencapai 350 ribu,” ujar dia, Senin.
Jumlah kunjungan wisatawan kedua negara menurut dia masih sangat mungkin ditingkatkan. Terlebih lagi, Korea Selatan saat ini sedang mengembangkan wisata halal untuk menjaring turis-turis asal negara berpenduduk Muslim, termasuk Indonesia.
“Sekarang sudah banyak restoran halal dan bahkan sudah ada musala di dalam mal,” lanjut Umar.
Namun, jumlah penerbangan langsung dari Korea Selatan ke Indonesia begitupun sebaliknya hanya enam kali per hari.
“Jumlah ini masih kalah dengan penerbangan Korea Selatan-Thailand yang mencapai 20 kali per hari,” tambah dia.
Apabila jumlah wisatawan kedua negara ingin bertambah, menurut Umar, perlu lebih banyak penerbangan “apalagi kalau bisa penerbangan low cost carrier,” ujar dia.
Pada Oktober, November, dan Desember tahun ini Korean Air sudah membuat charter flight ke Lombok langsung dari Incheon. “Seluruh tiket sudah habis terjual,” jelas dia.
Lombok bersama dengan Bali menjadi destinasi wisata yang terkenal di kalangan publik Korea Selatan karena sempat menjadi lokasi syuting acara televisi di Korea.
Turis Korea Selatan pun saat ini, menurut Umar, sudah mendapatkan fasilitas bebas visa wisata di Indonesia selama satu bulan.
Dengan terus meningkatnya turis Indonesia ke Korea Selatan, Umar berharap turis Indonesia juga bisa mendapatkan kemudahan dalam mengunjungi Korea Selatan dan dianggap sebagai salah satu sumber pendapatan pariwisata Korea Selatan.