Shenny Fierdha Chumaira
17 Mei 2018•Update: 17 Mei 2018
Shenny Fierdha
JAKARTA
Kepolisian Negara Republik Indonesia memberikan pangkat anumerta kepada seorang polisi yang tewas dalam serangan teroris di Markas Kepolisian Daerah Riau pada Rabu pagi tadi.
Auzar yang tadinya berpangkat Inspektur Dua di Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Riau dinaikkan menjadi Inspektur Satu Luar Biasa Anumerta.
Almarhum meninggal pada usia 55 tahun akibat ditabrak oleh mobil terduga teroris yang berusaha melarikan diri.
Dia diketahui sedang menutup arus agar terduga teroris itu tidak bisa kabur dan membahayakan warga sekitar, namun nahas dia justru menjadi korban.
"Beliau disegani semua orang karena sering membantu, tidak pernah mengeluh, proaktif, rendah hati. Dia juga selalu tersenyum walau lelah," kenang Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Negara Republik Indonesia Brigadir Jenderal M. Iqbal Abduh di Jakarta, Rabu.
Selain itu, sambung dia, Auzar juga dikenal dekat dengan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komisaris Jenderal Syafruddin dan banyak membantu Syafruddin.
"Makanya dia [Syafruddin] ke sana untuk membantu pemakaman," kata Iqbal.
Pada Rabu pagi sekitar pukul 09.00 WIB, sebuah mobil yang ditumpangi oleh lima orang terduga teroris berusaha memasuki area Markas Kepolisian Daerah Riau.
Empat orang di antaranya lalu keluar dari mobil sambil membawa samurai dan berusaha menyerang polisi yang sedang berjaga.
Keempatnya lalu ditembak oleh polisi sementara satu orang lainnya kabur dengan mengendarai mobil dan menabrak seorang wartawan televisi bernama Rian Rahman dan Auzar yang sedang berjaga.
Rian luka-luka sementara Auzar meninggal.
Selain Rian, serangan ini juga melukai seorang wartawan lain dan dua orang polisi lainnya.
Satu terduga teroris yang kabur itu sudah ditangkap dan diamankan di Markas Kepolisian Resor Kota Pekanbaru.
Mobilnya juga sudah diamankan dan disterilkan karena diduga ada barang mencurigakan.
Kelompok terduga teroris ini berasal dari kelompok teroris Negara Islam Indonesia (NII).