Erric Permana
02 November 2017•Update: 03 November 2017
Erric Permana
JAKARTA
Kepolisian menyatakan Kabupaten Timika adalah kawasan yang harus diwaspadai di Papua pada Pilkada 2018 mendatang. Hal ini sehubungan dengan adanya dua gerakan kelompok bersenjata di wilayah tersebut.
Hal itu diungkapkan Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar usai mengikuti rapat koordinasi khusus tingkat menteri di Kementerian Koordinator Politik Hukum dan HAM di Jakarta, Kamis.
Setelah melakukan penelusuran Boy mengaku menemukan adanya indikasi kedua kelompok bersenjata itu digunakan oleh pasangan calon pilkada untuk meraih dukungan.
Menurut Boy, dua kelompok bersenjata di Timika tersebut adalah Kelompok Waker dan Kelompok Kwalik.
Masing-masing kelompok itu memiliki 8-15 pucuk senjata hasil rampasan milik petugas keamanan.
“Waker itu dengan generasi penerusnya sekarang Sabinus Waker dan ada juga dari kelompok Kwalik. Ini adalah keturunan dari Kelly Kwalik,” kata Boy pada wartawan.
Jumlah anggota kedua kelompok itu pun, disebut Boy, bervariasi dari 15 hingga 30 orang. Keberadaan kelompok itu pun tersebar di sejumlah wilayah.
Untuk mengamankan pilkada tahun depan, Polda Papua berencana menerjunkan sekitar 7000 personel. Diperkirakan 2/3 kekuatan kepolisian setempat akan diturunkan untuk melakukan pengamanan.
“Belum lagi ada tujuh kompi Brimob nanti yang akan kita minta bantuan juga ke Mabes Polri,” kata Boy.
Beberapa waktu lalu aktivitas penembakan oleh kelompok bersenjata di Timika, Papua, meningkat. Terbaru, penembakan terjadi di Pos Brimob area Freeport.