Erric Permana
06 September 2018•Update: 06 September 2018
Erric Permana
JAKARTA
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengaku telah menyelesaikan penyelidikan proyustisia pelanggaran HAM berat Peristiwa Rumah Geudong dan Pos Startegis (Sattis) lainnya di Aceh saat provinsi tersebut dalam status Daerah Operasi Militer (DOM) pada 1989-1998 lalu. Mereka pun telah menyerahkan berkas penyelidikan tersebut ke Kejaksaan Agung untuk ditindaklanjuti.
Ketua Tim Adhoc Penyelidikan Pelanggaran HAM Berat di Aceh Chairul Anam mengatakan penyelidikan tersebut telah dilakukan sejak 2013 lalu dan telah memerika 65 orang saksi. Berdasarkan penyelidikan itu kata dia telah ditemukan adanya kejahatan terhadap kemanusiaan sesuai dengan UU No 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia.
“Kami temukan beberapa elemen penyiksaan, pembunuhan, perampasan kemerdekaan, penghilangan orang secara paksa dan perkosaan serta bentuk kekerasan seksual lain yang setara penyiksaan,” ujar Chairul Anam di kantornya pada Kamis.
Menurut Chairul Anam, berdasarkan rangkaian kejahatan dan keterangan saksi tersebut diduga pelaku yang bertanggungjawab yakni pelaku lapangan, yaitu Komandan Kopassus, Komandan Baret Hijau dengan simbol gajah putih, dan Komandan Brimob.
“Kita lihat kebijakannya saat itu DOM, nah DOM itu kita lihat spesifik karena kasusnya Rumah Geudong dan Pos Sattis lainnya, ada operasi SGI, Satuan Gabungan Intelijen yang memang kebanyakan adalah anggota Kopassus dari strukturnya kelihatan baik struktur operasional dan teritorial sampai ke atas. Oleh karenanya kita menyebutkan yang bertanggung jawab dari level kebijakan adalah pembuat kebijakan, dari level pelaksanaannya adalah komando efektif dan komando lapangan,” tambah dia.
Dia mengapresiasi sikap Jaksa Agung HM Prasetyo yang merespon berkas penyelidikan tersebut secara cepat. Dia pun meminta penyidikan itu bisa ddiajukan ke pengadilan sesuai dengan UU No 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.
“Presiden saat bertemu kami, kami menangkap pesan kasus HAM segera diselesaikan. Kami merespon sikap dan spirit tersebut makannya kami selesaikan dengan cepat,” pungkas dia.