26 Juli 2017•Update: 26 Juli 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan 18 unit helikopter water bombing demi mengurangi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Sejumlah 5 unit didistribusikan di Riau, 5 unit di Sumatera Selatan, 4 unit di Kalimantan Barat, 2 unit di Jambi dan 2 unit di Aceh.
Sebaran titik panas akibat Karhutla terus meningkat. Berdasarkan hasil pantauan satelit Aqua, Terra, SNNP LAPAN, terpantau 150 titik panas pada Minggu (23/7), 170 titik panas pada Senin dan meningkat menjadi 179 titik panas pada Selasa.
Selain itu, BNPB dan BPPT juga melakukan operasi hujan buatan di Riau dan Sumatera Selatan. Menggunakan oesawat Casa-212, sebanyak 68,4 ton bahan semai Natrium Chloride disebar ke awan-awan potensial.
“Untuk memicu hujan,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Rabu, dalam rilisnya.
BNPB menetapkan status siaga terhadap 5 provinsi langganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kelima provinsi tersebut yaitu Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.
Sepanjang 2017 ini saja, seluas 548,72 hektar hutan dan lahan di Riau terbakar. Sementara sepanjang Rabu pagi hingga siang, asap dari Karhutla di Aceh Barat mengakibatkan menurunnya jarak pandang.
Pemerintah sudah membentuk Satgas terpadu di masing-masing provinsi. Namun luas wilayah dan sarana prasarana terbatas menyebabkan Karhutla masih terjadi di beberapa daerah.
“Masyarakat dan semua unsur masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. Cuaca makin kering sehingga mudah memicu Karhutla. Sebagian besar penyebab karhutla adalah kesengajaan untuk membuka lahan,” ujar Sutopo.