Alex Jensen
18 Januari 2018•Update: 19 Januari 2018
Alex Jensen
SEOUL
Korea telah sepakat untuk berdiri berdampingan selama Olimpiade Musim Dingin bulan depan di bawah bendera persatuan, sekaligus membentuk tim gabungan hoki es putri.
Delegasi Seoul dan Pyongyang pada Rabu malam mengumumkan bahwa mereka akan meningkatkan kerja sama dalam Olimpiade yang berlangsung mulai 9 Februari di PyeongChang, Korea Selatan.
Ini adalah pertama kalinya sejak lebih dari satu dekade kedua negara berdiri di bawah bendera persatuan, dan pertama kalinya dalam sejarah keduanya membentuk tim gabungan untuk Olimpiade.
Perundingan yang digelar kemarin berlangsung di tengah rangkaian dialog antar Korea putaran ketiga sejak pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengusulkan untuk berpartisipasi dalam Olimpiade.
Akhir pekan ini, Komite Olimpiade Internasional akan menerima kunjungan pejabat Korea di Swiss untuk menetapkan kesepakatan, sekaligus menjelaskan rincian kerja sama terkait tim gabungan.
Sementara itu, atlet Korea Selatan khawatir akan kehilangan posisi mereka jika mereka digabungkan dengan tim hoki Korea Utara, yang dinilai tidak cukup kuat untuk berlaga di Olimpiade.
Pelatih hoki Korea Selatan Sarah Murray mengatakan bahwa dia "terkejut" mendengar rencana tersebut, apalagi Olimpiade hanya tinggal sebentar lagi.
Wakil Menteri Unifikasi Chun Hae-sung, yang juga merupakan ketua delegasi Seoul dalam perundingan yang sedang berlangsung dengan Korea Utara, menekankan bahwa menunjukkan persatuan dalam march dan tim gabungan adalah langkah yang sangat berarti.
Korea Selatan juga berharap dapat memperbaiki hubungan dengan Utara yang telah memanas akibat program pengembangan senjata nuklir Korea Utara.
Pyongyang telah dikenai sanksi global yang berat karena uji coba nuklir dan rudal, sehingga Korea harus memikirkan kerja sama tanpa melanggar kewajiban ke Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Korea Utara diperkirakan akan mengirim delegasi yang terdiri dari lebih dari 400 atlet dan pejabat ke Selatan melalui perbatasan darat untuk menghindari pembatasan rute laut.
Perjalanan darat antar-Korea telah ditutup sejak awal 2016, ketika hubungan bilateral mereka di bawah pemerintahan mantan presiden Park Geun-hye terputus.