Hal itu diungkapkan oleh Alhassane Kane, yang saat ini tengah mengenyam pendidikan Master jurusan Jurnalisme di Universitas Marmara Istanbul.
"Mimpi saya dulu adalah bisa dapat belajar di Turki. Alhamdulillah, saya mendapat beasiswa untuk belajar di sini," kata Kane kepada Anadolu Agency.
Mahasiswa yang mendapat beasiswa dari pemerintahan Turki lewat Turks Abroad and Related Communities (YTB) itu menyebut kunjungan Erdogan ke Senegal memiliki potensi besar.
Pemerintah Senegal dan Turki, kata dia, akan memainkan peran penting dalam mengembangkan hubungan melalui pertemuan yang akan berlangsung.
"Kami berharap hubungan yang dapat meningkatkan pendidikan dan ekonomi," ujar Kane.
Presiden Erdogan saat ini tengah melakukan tur empat negara di Afrika, termasuk Aljazair, Mauritania dan Mali serta negara Senegal, Afrika Barat.
Kane mengatakan Turki adalah negara penting yang memainkan peran kunci di antara negara-negara Islam.
Khadimou Rassoul Barr, salah satu pemuda Senegal yang mendapatkan gelar doktor dalam teknik sipil di Dokuz Eylul University di provinsi Aegean Izmir, menyebut sejarah Turki "sangat menarik."
"Teknik sipil sangat maju di Turki, karena itulah saya ingin datang ke Turki," kata Barr.
Barr mengatakan setelah menyelesaikan gelar doktor di Izmir, dia akan bekerja di perusahaan-perusahaan Turki di Senegal.
"Hubungan antara Turki dan Senegal perlu ditingkatkan Hubungan di setiap bidang - pendidikan, konstruksi, pertanian, dan kesehatan - perlu ditingkatkan agar Senegal berkembang, kita akan melakukan banyak hal bersama," imbuhnya.
YTB mencatat telah ada 90 siswa Senegal yang menerima beasiswa Turki antara tahun 2012 dan 2017. Sedangkan saat ini ada 128 siswa Senegal di Turki.