Chandni
01 Maret 2018•Update: 01 Maret 2018
Fahrettin Gok dan Yakup Bakar
ERZURUM/ERZINCAN, Turki
Setidaknya 205 migran gelap ditahan di timur Turki pada Rabu, kata pihak keamanan.
Di provinsi Erzurum, sebanyak 48 migran Afghanistan tanpa dokumen ditahan di jalanan antara Erzurum dan Erzincan, kata seorang sumber yang tidak ingin menggunakan namanya.
Mereka kemudian dibawa ke pusat repatriasi di distrik Askale, tambahnya.
Dalam insiden terpisah, di provinsi Erzincan ditemukan 157 migran tanpa dokumen dalam dua operasi berbeda.
Di sepanjang jalanan antara Erzincan-Erzurum sebanyak 117 migran terciduk, termasuk 13 perempuan dan enam anak-anak. Mereka berasal Afghanistan, Pakistan dan Bangladesh.
Mereka ditemukan ketika sedang berjalan menuju Erzincan setelah diantar oleh bus ke sana.
Dalam kesempatan lainnya, 40 migran gelap ditahan dalam kereta Eastern Express yang berjalan dalam rute antara Ankara dan provinsi Kars.
Kecurigaan pihak keamanan di stasiun Mercan terpancing setelah dua perempuan dan tiga anak-anak menggunakan dokumen palsu untuk membeli tiket kereta.
Para migran itu dibawa ke sebuah arena olahraga sebelum dipersiapkan untuk deportasi.
Turki menjadi rute utama bagi pengungsi yang ingin masuk ke Eropa, khususnya semenjak perang Suriah.
Dari semua migran yang ditahan pada sepanjang 2017 di Turki, sekitar 15.000 berasal dari Pakistan dan 12.000 dari Afghanistan. Terdapat juga 10.000 warga Suriah di antara mereka.
Terjadi peningkatan sebesar 60 persen dalam jumlah migran antara 2016 dan 2017.