Shenny Fierdha
27 Agustus 2017•Update: 29 Agustus 2017
ANKARA
Sekelompok mahasiswa Turki berpartisipasi dalam proyek renovasi 1 panti asuhan dan 2 sekolah di Ghana. Hal ini merupakan bagian dari kunjungan mahasiswa yang mengikuti program pertukaran.
Program Berbagi Pengalaman Afrika 2017 memberikan kesempatan kepada 200 mahasiswa untuk mengunjungi sejumlah negara Afrika seperti Tunisia, Libya, Somalia, Kenya, Algeria, Chad, Sudan, Ghana, dan Nigeria dari tanggal 5-30 Agustus.
Program ini diorganisir oleh Badan Kerja sama dan Koordinasi Turki (TIKA) dan bekerja sama dengan Turkish Airlines, Anadolu Agency, dan siaran Radio dan Televisi milik pemerintah Turki (TRT).
Mahasiswa berpartisipasi dalam kegiatan sosial, budaya, dan kemanusiaan, serta merenovasi sekolah, panti asuhan, perpustakaan, dan rumah ibadah yang sudah ditunjuk oleh TIKA dan LSM lokal negara-negara Afrika tersebut.
Mereka juga ambil bagian dalam mengimplementasikan proyek pengembangan lokal.
Sebagai bagian dari program tersebut, 10 mahasiswa dari berbagai universitas di Turki mengunjungi Kedutaan Turki di ibukota Accra dan menemui Imam Besar Osman Nuhu Sharubutu dan Abdul Qadir Tahir. Abdul mengurus sekolah Islam yang berada di bawah kementerian pendidikan negara tersebut.
Mereka juga berpartisipasi dalam merenovasi TK Kristen yang berafiliasi dengan kementerian pendidikan.
Di ibukota, para mahasiswa Turki juga mengunjungi keluarga yang bermukim di lingkungan berpenghasilan rendah dan membagikan hadiah kepada anak-anak.
Setelah menyelesaikan program di Accra, mereka juga pergi ke Provinsi Kumasi timur dan merenovasi toilet serta tempat wudu di Sekolah Islam Sakafia.
Kemudian, mereka berkunjung ke Kota Nyinahin yang dekat dengan Kumasi di mana mereka merenovasi Panti Asuhan Darussafaka Salam dan membagikan hadiah kepada anak-anak serta mengecat tembok Sekolah Islam Negeri Akiresu.
Dilaporkan oleh Zuhal Demirci; Ditulis oleh Meryem Goktas