Erric Permana
08 Januari 2018•Update: 09 Januari 2018
Erric Permana
JAKARTA
Presiden RI Joko Widodo memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan untuk mengevaluasi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Menurut Menteri Luhut, evaluasi akan rampung Februari mendatang.
“Dalam satu bulan ini saya mau dapat bentuknya, apa yang terjadi,” ujar dia di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.
Meski hasil evaluasi belum keluar, Menteri Luhut memperkirakan proyek kereta cepat akan diperpanjang dari Jakarta hingga Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
“Kalau kita buat itu [kereta cepat] di situ [Kertajati] bisa sampai 200 km,” tambah Luhut.
Proyek kereta cepat yang merupakan proyek antara Pemerintah Tiongkok-Indonesia ini disebut-sebut tidak berjalan dengan lancar.
Bahkan Presiden Joko Widodo pada 2017 lalu pernah membahas permasalahan kereta tersebut dalam rapat terbatas di kantornya hingga dua kali.
Proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung menelan biaya sekitar 76 triliun, dengan panjang lintasan diperkirakan hingga 150 km.