Pizaro Gozali İdrus
12 Desember 2017•Update: 13 Desember 2017
Pizaro Gozali İdrus
JAKARTA
Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menggelar demonstrasi besar-besaran menentang keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Aksi ini akan digelar Minggu di Monas, Jakarta dimulai pukul 06.00 WIB.
“MUI akan mengajak ormas, tokoh lintas agama, diplomat, serta masyarakat Indonesia,” ujar Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin, Selasa di Jakarta.
Ma'ruf memandang pengakuan AS atas Yerusalem adalah bentuk penjajahan sistematis teradahap Palestina yang harus ditentang.
“MUI mengajak negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Mesir, dan negara Teluk bersatu melawan penjajahan dan adu domba terhadap kita semua,” kata Ma’ruf.
Pemimpin Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini menjelaskan segala bentuk penjajahan bertentengan dengan konstitusi dan nilai-nilai kemanusiaan sebagaimana tercantum dalam UUD 1945.
Wasekjen MUI Zaitun Rasmin menargetkan aksi akan dihadiri satu juta orang karena melibatkan ormas-ormas Islam dan tokoh lintas agama.
“Ketua MPR juga konfirmasi akan hadir,” jelas dia.
Zaitun juga mengapresiasi para pemimpin negara-negara muslim yang bersuara lantang menentang keputusan Trump, yakni Presiden Turki Reccep Tayyip Erdogan, Presiden Indonesia Joko Widodo, dan Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak.
“Tuntutan kita Trump mencabut pernyataannya,” ujar Zaitun.
Zaitun optimis pertemuan OKI akan membuahkan hasil nyata bagi perjuangan rakyat Palestina.
“Jika pada tahun 1967, pertemuan hanya dilakukan negara-negara Arab, kini sudah melibatkan negara Asia, Afrika dan Eropa,” jelas Zaitun.